Sky, Pacaran Yuk! (Segera Terbit)

Sky, Pacaran Yuk! (Segera Terbit)

  • WpView
    LECTURES 1,065,913
  • WpVote
    Votes 19,935
  • WpPart
    Chapitres 57
WpMetadataReadContenu pour adultesTerminé sam., févr. 14, 2026
Dia, Sky. Cowok itu tak pernah tersenyum, tak pernah menyapa. Manik birunya itu selalu menatap Pelita tajam. Tubuh bongsornya menakutkan, ia seperti akan meremukkan lawannya dalam sekali cengkeraman dan itu terbukti benar. Okay. Pelita akui ia sering melihat kemarahan jenis serupa. Tapi ini berbeda, Sky seperti kingkong besar yang mengamuk malam itu. Dia tidak mengenal kata perempuan, dia abai pada kondisi Anggie yang memucat ketakutan. Pun luka mengenaskan dengan beling yang menancap di betis perempuan itu. Juga bagaimana laki-laki itu mencekik Rangga, dan menghajarnya membabi buta. Jika teman satu perkumpulannya saja diperlakukan sedemikian. Bagaimana dengan orang lain? Bagaimana dengan Pelita yang sedari awal telah mencari gara gara dengan Sky? ***
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Is LOVE
  • LALA
  • The Beauty Inside(Complete)
  • If I Have You Only
  • LDR (Logika Dalam Rasa)
  • Crazy AlphaxAlpha Boyfriend
  • The Cupu Is A Doll
  • THE FORBIDDEN ROSE [REVISI]
  • ℤ𝔸𝕐ℕ
Is LOVE

Apa itu cinta? Apa dia berwujud? Atau tidak? Kenapa jika mencintai seseorang harus jantung yang merasakan debarannya. Tetapi... jika terluka bukan hanya jantung yang tersakiti, namun hatipun ikut juga merasakannya. *** Debaran jantungku terasa begitu kencang saat seorang siswa laki-laki dengan aura ketampanan yang mampu membuat para siswi diSMA-nya berteriak mengaguminya. Dia jatuh hati terhadap siswa laki-laki itu. Dia selalu berada dibelakang laki-laki itu seperti penonton yang membawa poster besar sambil berteriak mendukung kesuksesan dalam pertandingan itu. Aku ingin menghampiri dia. Tetapi... aku takut kalau dia bukan malah menerimaku tapi malah menghujaniku dengan semua hinaan pedas yang keluar dari mulutnya. Ya, memang aku tau posisiku di sini. Gadis berkaca mata dengan bermodal baju kebesaran yang ditemani rok SMA-nya yang ikut juga kebesaran. Culun, cupu, kuper, dan sangat dekil. Bagaimana tidak dekil. Rambut yang seperti jarang ditata alias semrawut kalo orang jawa bilang dan juga, sepatu yang usang. Sungguh pas jika ia pantas diasingkan oleh siswi-siswi lainnya. Hufttt.... Helaan nafasku dengan mulai memundurkan gerak kakiku ke belakang untuk segera pergi dari hadapan keramaian siswi-siswi lainnya yang mengagung-agungkan laki-laki yang membuatnya jatuh hati. 'Menyukainya dan dibalas rasaku memang tak pantas untuk kugapai. Mungkin dengan mengaguminya dari belakang sudah cukup pantas bagiku.' -IS LOVE

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu