Alahna (The End)

Alahna (The End)

  • WpView
    Reads 3,997
  • WpVote
    Votes 465
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 4, 2024
Menikah satu kata yang belum terlintas untuk sekedar bayangan ada di hidupnya saat ini. Alahna bukanlah gadis yang bebas menentukan pilihan. Sebuah tanggung jawab besar sedang ditangguhkan pada pundaknya. Menguburkan mimpi menghidupkan mimpi orang lain bukanlah hal yang mudah. Pertemuan mendadak mengikatnya pada pernikahan dengan seorang laki-laki yang nyaris sempurna. keduanya tidak pernah memimpikan itu. Perjanjian pernikahan pun terpaksa di buat, dengan mencari solusi bagaimana kesepakatan kedepan. "Tunggu, sebentar!" Perintah laki-laki itu "Ibuku riwayat jantungnya, semakin parah! Aku tidak mau memperburuk kondisinya, dengan kabar penceraian yang tiba-tiba" Helaan nafas kasar terdengar dari perempuan, yang berdiri siap dengan kopernya. "Ini sangat rumit!"
All Rights Reserved
#890
teorikatapublishing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Age Between Us Vol 2 [END] [SUDAH TERBIT]
  • Lonceng Terakhir Janji yang Pudar [SEGERA TERBIT]
  • Genggam yang Terlepas (SUDAH TERBIT)
  • Temanku, Ustadzku { Terbit } ✓
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • The False Reality (TELAH TERBIT)
  • syanin

Hidup Serena hancur dalam sekejap. Penthouse yang dulu menjadi bukti cinta Nathan kini hanya menyisakan kehampaan. Pria itu telah pergi lenyap dalam ledakan yang merenggut segalanya. Dunia Serena terasa hampa, seolah kehilangan warna dan makna. Tidak ada lagi kehangatan, tidak ada lagi suara yang selalu menenangkannya. Tanpa arah dan tujuan, Serena mencoba mencari cara untuk mengisi kekosongannya. Ia menghabiskan waktu menebang kayu di hutan di belakang penthouse, tempat yang dulu menjadi milik Nathan. Aktivitas sederhana itu memberinya sedikit pelarian, sedikit rasa hidup di tengah kesedihannya. Namun, di antara desir angin dan suara kapak yang menghantam batang kayu, Serena melihat sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat. Seorang pria berdiri di sana tinggi menjulang (205 cm), dengan rambut seputih salju dan mata merah menyala seperti bara. Pakaian hitamnya berlumuran darah, tangannya menggenggam sesuatu yang meneteskan cairan merah gelap. Di kakinya, tubuh tak bernyawa tergeletak tanpa gerakan. Laki-laki itu tidak tampak terkejut. Sebaliknya, ia menoleh dengan perlahan, lalu menatap Serena... dan tersenyum. "Menarik," katanya, suaranya dalam dan tenang. Nama pria itu adalah Alex. Tatapan matanya mengunci Serena di tempat. Ketakutan merayapi tubuhnya, tapi ada sesuatu yang lain di sana sebuah rasa yang tak bisa ia jelaskan. Siapa Alex? Mengapa ia ada di hutan ini? Dan lebih dari itu... apakah Serena baru saja menyaksikan sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat? Di antara duka yang belum usai dan bayang-bayang bahaya yang mendekat, Serena harus memilih: melangkah mundur atau justru terjerat lebih dalam dalam misteri pria berbahaya itu. Sebuah kisah tentang kehilangan, rahasia, dan pertemuan yang mengubah segalanya dimulai sekali lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines