Belum Sempat Memiliki

Belum Sempat Memiliki

  • WpView
    Reads 3,949
  • WpVote
    Votes 3,431
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 5, 2024
Nabila menangis sesegukan, ia tak tahu harus berbuat apa?. Ia hanya takut dengan takdir. "tuhan, jika hidupku semenyakitkan ini mengapa engkau mentakdirkanku terlahir ke dunia?"ucap Adiba menghapus jejak air matanya. Tiba tiba ada tangan yang memberikan nya sapu tangan. Tangan itu seperti tangan lelaki karna tangannya kekar "jangan berlarut dalam kesedihan, bangkit kamu pasti bisa melewati nya"ucap Alfa. Iya benar lelaki yang memberi sapu tangan pada Nabila itu Alfa. Dengan ragu Nabila mengambil sapu tangan itu "terimaksih"ucap Nabila bangkit dari duduknya. "sama sama. Ingat sebelum kamu lahir rohmu sudah di tanya terlebih dahulu apakah mau di lahirkan atau tidak?. Jadi jangan pernah terpuruk kamu masih punya Allah"ucap Alfa. Penuturannya membuat Adiba tenang. "perbaiki sholatmu niscaya Allah akan perbaiki semua hidupmu"sambung nya. "oh iya jangan lupa sama hukuman kamu, lusa saya tagih. Assalamualaikum "ucap Alfa yang melengang pergi. "Wa'alaikumsalam" Nabila pikir gurunya ini sudah lupa dengan hukaman itu. Menyebalkan bukan? "lagi sedih malah di tanyain hukaman"gumamnya dengan nada yang sangat kecil.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Malika dan Luka [TERBIT]
  • ZERO [Completed]
  • ELZEAN [On Going]
  • CINTA DALAM KELABU
  • Memorable
  • AMERTA [END]
  • ALGIS ✓

Prekuel 'Still The One' "Terlalu banyak hal yang aku takuti, merasa lelah dan tak bisa meraih mimpi. Dunia terlalu kejam untuk aku yang takut sendiri." - Mayang Eira Calista *** Ini tentang Aby dan Maya, yang terpaksa harus menikah di penghujung masa SMA karena kejadian salah paham yang menimpa mereka. Semuanya terjadi begitu saja, mereka kepergok tidur bersama di kamar Maya. Menikah muda dengan status masih SMA tidaklah mudah, apalagi setelah kejadian itu hidup keduanya benar-benar berubah. Banyak rintangan yang harus mereka lewati berdua, melanjutkan hidup tanpa bimbingan orang tua, atau orang-orang terdekatnya. Keduanya terluka, sama-sama kehilangan rumah tempatnya pulang. Jika rumah Maya sudah hancur jauh lebih lama sebelum kejadian itu, berbeda dengan Aby yang dipaksa pergi karena tak dipercaya lagi. "Lo bisa percaya sama gue kan, May?" "Percaya apa?" tanya Maya tak mengerti. "Mungkin kehidupan kita akan lebih sulit ke depannya, apalagi dengan status kita yang suami istri dan juga pelajar. Orang akan menilai kita dengan sebelah mata, kalau tau. Tapi, apa pun yang akan terjadi nanti, gue akan berusaha untuk terus jagain lo. Berusaha untuk membuat lo tetap baik-baik aja bersama gue. Untuk itu, gue tanya. Apa lo bisa percaya sama gue?" "Gue bisa percaya, selagi lo nggak akan tinggalin gue. Gue takut sendiri, By." "Lo nggak akan pernah sendiri, gue nggak akan tinggalin lo." Pada saat itu, semuanya dimulai. Mampukah mereka menjalani hari-hari terberatnya? Apalagi, ketika tahu Maya hamil. Apakah Aby dan Maya bisa menerimanya? •Rumah Sepasang Luka• 18+

More details
WpActionLinkContent Guidelines