Riana huna

Riana huna

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 23, 2023
WpInfo
Fiction
Mystery
Lihatlah pada taman belakang asrama! Samar-samar dapat kutebak bahwa kiranya salah seorang gadis tengah tertatih dengan tangan yang terbelenggu. Dari balik semak diriku menelisik ngeri karena secara mengejutkan ia menghilang dari radar pandangku.. eh? Menghilang?? Sebenarnya kemanakah kini ia berada? Dan.. siapakah dia?
All Rights Reserved
#106
pondokpesantren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Proyek 17: Korban yang Terpilih
  • Aku, Kakakku, dan Sebaik-baiknya Cerita (PRE-ORDER)
  • Si Manis
  • UJIAN
  • Diary Santriwati
  • Misteri di Balik Kabut Gunung Salak
  • 𝙅.𝙋 (𝙎𝙀𝘼𝙎𝙊𝙉 2 "𝘿𝙄𝘼" 𝘾𝙀𝙈𝘽𝙐�𝙍𝙐)
  • Kaca yang retak

Setiap tiga bulan sekali, tepat di tanggal 17, satu anak laki-laki hilang secara misterius dari sekolah terasing itu-sekolah tempat anak-anak miskin, buangan, dan anak-anak kaya berbaur, tapi tetap terpisah dalam dunia yang berbeda. Runi, gadis yang bertekad menemukan kakaknya yang hilang bertahun lalu, masuk ke sekolah penuh rahasia ini. Satu-satunya petunjuknya: sebuah kalung pemberian kakaknya, Rayhan, yang mulai bereaksi seiring mendekatnya tanggal-tanggal kelam. Saat mencoba membaur dan menembus dinding-dinding tak terlihat di antara dua dunia sekolah itu, Runi bertemu Kenzo dan Arka, dua anak yang berani mempertaruhkan segalanya demi mengungkap kejahatan di balik kemewahan palsu. Tapi rahasia sekolah ini lebih gelap dari yang bisa mereka bayangkan. Di balik hilangnya para siswa, tersembunyi konspirasi perdagangan organ manusia yang bersekutu dengan kekuatan iblis. Dan lebih mengejutkan, orang yang paling mereka percayai justru terlibat dalam rencana kelam itu... Saat tanggal 17 besar mendekat-dengan 17 anak laki-laki menjadi target proyek sadis-Runi dan teman-temannya harus bertarung melawan waktu, pengkhianatan, dan ketakutan mereka sendiri. Apakah kebenaran bisa menyelamatkan mereka? Ataukah sekolah ini akan terus menelan korban hingga tidak ada yang tersisa? Kalung yang bergetar, tanda merah di tubuh, dan sebuah janji yang tak boleh dilupakan. Ini bukan hanya tentang bertahan. Ini tentang melawan. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines