Seorang anak kedua laki laki yang tumbuh dalam keluarga berkecukupan harus menghadapi kenyataan pahit ketika kehidupan keluarganya berubah drastis. Kelahiran adik bungsunya dan biaya kuliah kakaknya yang tinggi membuat kondisi ekonomi keluarganya merosot tajam. Gagal panen berturut-turut memaksa orang tuanya berhutang besar, hingga akhirnya mereka terpaksa meninggalkan kampung halaman untuk mencari penghidupan baru, sementara dia harus bertahan seorang diri. Di usia yang masih belia, dia dipaksa menghadapi kenyataan hidup yang kejam. Hinaan, cibiran, dan tatapan merendahkan menjadi makanan sehari-hari. Namun, dalam keterpurukan, dia bertekad untuk bangkit. Jalan terjal yang dilaluinya mengasahnya menjadi seseorang yang lebih kuat.
More details