Story cover for INESPERADO by Tuniasih
INESPERADO
  • WpView
    LETTURE 9
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 4
  • WpView
    LETTURE 9
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 4
In corso, pubblicata il lug 13, 2023
Brakh! 
	Seseorang terguling bersamaan dengan kue ulang tahun yang dia pegang. Darah sudah keluar sejak kepalanya membentur cup mobil yang menabraknya. Dia tergeletak di jalan raya, lalu tersenyum tipis saat melihat seorang anak berusia dua belas tahun berdiri dengan raut terkejut. Perlahan, matanya terpejam. 
	"MAMA!" Anak itu berlari menuju ibunya, menginjak kue ulang tahun yang dibelikan khusus untuknya. Dia menangis tersedu-sedu melihat ibunya terbujur kaku di atas aspal panas dengan tekstur kasar ini. "Mama ... bangun ...."
	Sirine ambulance meraung membuat seorang petugas rumah sakit tergopoh-gopoh mengangkat tubuh wanita paruh baya itu masuk ke dalam ambulance.
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere INESPERADO alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Liberosis di syahdakhairunnisa0
29 parti In corso
"Kamu emang anak yang gak berguna! Saya menyesal sudah membesarkan kamu! Apa yang bisa saya banggakan? Gak ada!" "Memang gak ada! Gak ada yang bisa Papa banggain dari aku. Meskipun aku udah berjuang selama ini, itu semua gak ada artinya untuk Papa!" "Anak kurang ajar!" PLAK! Di tengah derasnya guyuran hujan, pria belasan tahun itu melangkah tertatih-tatih dengan darah yang mengucur dari pelipisnya. Wajahnya penuh lebam, sudut bibirnya robek, menyisakan rasa perih yang begitu luar biasa ketika bercampur dengan air hujan. Ia berjalan tak tentu arah di pinggir trotoar, kaos hitamnya basah mencetak dengan jelas bentuk tubuhnya yang atletis, pria itu hanya memakai celana pendek sehingga bulu-bulu di kaki jenjangnya terlihat jelas bahkan udara yang sangat dingin begitu menusuk ditambah tidak memakai alas kaki. Kepalanya menengadah ke atas langit. Membiarkan ribuan rintik hujan itu menampar wajahnya. Matanya terpejam sejenak. Dari radius dua ratus meter tempatnya berdiri, ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Sudut bibirnya terangkat. Sepertinya seru, itu pikirnya. Tanpa berpikir panjang, ia melangkah pelan turun ke jalan aspal seperti orang yang tidak berminat untuk hidup. Dari arah kanan, mobil melaju begitu kencangnya tanpa melihat ada seorang yang berdiri di tengah jalan karena ribuan air itu menutupi kaca mobil sehingga sopir tidak mampu menatap dengan jelas. Selamat tinggal, dunia yang menyakitkan. Namun lima meter lagi saat mobil hendak menyentuh tubuhnya, tiba-tiba ada yang menarik pergelangan tangan pria itu dengan begitu cepat. Napasnya berburu kencang. "LO GAK WARAS?!" Perempuan bermata biru itu ... setidaknya itu yang Alvan lihat sebelum matanya benar-benar terutup.
Ambisi (The Wrong Part Of Town) di farhankurnia15
41 parti Completa
"Kamu gak masalah ya ngeliat cewek ngerokok?" tanya Ara kepada Farel. *** "Rell, aku lagi buntu banget. Udah 3 hari ni aku dikos temen aku karna lagi ribut sama mama" *** "Aku boleh make uang kamu lagi gak?..." *** "Mungkin ada yang mau dibilang nya ke lu Rel, mungkin dia mau cerita sama lu. Bisa jadi dia nyaman sama lu, terus dia mau nyeritain semua permasalahan dia selama ini," ujar Puma menjelaskan. *** "Saran gua, lu bisa pulang tanpa harus ngabarin dia. Gak usah kasih dia kabar sama sekali!" ujar Puma dengan tegas. *** Kedatangan Farel bersama ibunya ke Kota Padang benar-benar ditunggu. Peristiwa yang menyedihkan langsung menyambut mereka sehari setelah mereka sampai. Farel yang telah menyelesaikan kuliahnya pun harus menemani sang ibu bersama nenek untuk sementara waktu. Akan tetapi, pertemuan Farel dengan beberapa anggota keluarga yang lain telah menimbulkan ambisi dalam dirinya. Ambisi yang benar-benar harus dikejar. Disisi lain, pertemuan Farel dengan Ara di Kota tersebut, sempat membuat Farel sedikit goyah. Secara tidak sengaja, Ara telah menunjukkan kepada Farel bahwa ia sedang berada di bagian kota yang salah, dan kini Farel pun telah memasuki bagian kota tersebut. Beruntung Farel bertemu dengan beberapa teman baru yang bersumber dari teman satu kampus sahabat nya ketika SMA. Salah satunya adalah Puma. Farel semakin bingung. Manakah yang ia pilih? Tetap berada di bagian kota yang salah bersama Ara, atau mengikuti saran dari teman barunya untuk meninggalkan Ara dan pergi mengejar ambisinya?
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 9
AKU BUKAN UNTUK ANYA[COMPLETE] cover
GRIZLEN {On Going} cover
Queen Friensyah Aldebaran cover
Let Me Love You Longer cover
Liberosis cover
Diary Echa cover
Duo Berandal yang Terculik✔ cover
GAREN With Hate (End) cover
Ambisi (The Wrong Part Of Town) cover

AKU BUKAN UNTUK ANYA[COMPLETE]

37 parti Completa Per adulti

Papa awas! Bughhh! Sebuah mobil menabrak "Pa....papa bangun pa."tangisan anak kecil tersebut begitu kencang terdengar "Ma.....mama papa udah nggak ada ma." Tio memeluk tubuh mama nya "Kenapa harus suami saya yang ditabrak? Mulai detik ini aku akan rebut semua yang ada di hidup kamu mas." Ucap wanita itu dengan sungguh-sungguh. "Plakkk!"tamparan mendarat begitu keras. "Dasar kamu wanita murahan, bisa-bisanya kamu berpacaran dengan anak saya." Ibu tersebut meninggikan suaranya dan menampar sekali lagi wanita tersebut. Kenapa hanya aku yang disalahkan? Bukannya ini tidak akan terjadi apabila hanya dilakukan oleh satu pihak? Dunia memang tidak adil, aku tidak akan berdiam diri begitu saja. Kamu liat apa yang akan terjadi mas! ⚠️Warning!!⚠️ Cerita ini hanya fiktif belaka apabila ada kesamaan nama tokoh, kejadian, tempat dan peristiwa itu hanya kebetulan saja. ⚠️Tidak disarankan untuk yang memiliki penyakit darah tinggi ⚠️Usia 16+ Hanya berisi 1 bab yang memiliki hal berbau intim ⚠️Author masih pemula ⚠️Jangan berharap lebih untuk cerita ini ⚠️Mohon maaf kalau masih banyak kekurangan dalam penulisan. 🕊️H A P P Y R E A D I N G🕊️ # # # # #