INESPERADO

INESPERADO

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 17, 2023
Brakh! Seseorang terguling bersamaan dengan kue ulang tahun yang dia pegang. Darah sudah keluar sejak kepalanya membentur cup mobil yang menabraknya. Dia tergeletak di jalan raya, lalu tersenyum tipis saat melihat seorang anak berusia dua belas tahun berdiri dengan raut terkejut. Perlahan, matanya terpejam. "MAMA!" Anak itu berlari menuju ibunya, menginjak kue ulang tahun yang dibelikan khusus untuknya. Dia menangis tersedu-sedu melihat ibunya terbujur kaku di atas aspal panas dengan tekstur kasar ini. "Mama ... bangun ...." Sirine ambulance meraung membuat seorang petugas rumah sakit tergopoh-gopoh mengangkat tubuh wanita paruh baya itu masuk ke dalam ambulance.
All Rights Reserved
#370
teenlite
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  • Let Me Love You Longer
  • AKU BUKAN UNTUK ANYA[COMPLETE]
  • Duo Berandal yang Terculik✔
  • Ambisi (The Wrong Part Of Town)
  • KALINDRA
  • GAREN With Hate (End)
  • Diary Echa
  • Tolong Ajarkan Aku (END)

Cover by pinterest Per part nya singkat 500 - 600 an kata ------------------------ Ini kisah tentang Arqeela Zea , gadis berusia 18 tahun yang lebih suka kesunyiaan dan hal hal yang ia sembunyikan dengan apik. Hingga suatu hari ia harus berurusan dengan laki-laki bernama Arfah Setya Argantara, salah satu triplets Most Wanted di SMA. ********************************* "Lo masih harus dirawat Ze," Ujar Arfah lirih. "Gue ga kenapa-kenapa, dan sekarang gue mau balik ke sekolah," Dengan wajah pucat nya Zea menatap Arfah datar. "Setelah apa yang terjadi, lo masih mikirin sekolah? Lo gila?!" Arfah menaikan sedikit nada bicaranya. "LO YANG GILA! GUE GA HAMIL ARFAH! LO TERLALU LAWAK BILANG GUE KEGUGURAN!" Tubuh Zea merosot, runtuh sudah pertahanannya. Air mata nya mengalir begitu deras. "Maafin gue Ze, gue bener-bener minta maaf," Arfah memeluk tubuh Zea yang gemetar dengan tangis yang pecah penuh sesak, membuat keempat orang lainnya ikut meraskan luka nya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines