Cekikikan Setan Pukul Tiga Pagi

Cekikikan Setan Pukul Tiga Pagi

  • WpView
    LECTURAS 75
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, sep 28, 2023
WpInfo
Ficción
Terror
"Kalau bukan karena lu, kita nggak akan KKN di sini." - Anomali dan distorsi. Pemakaman para peri membuka gerbang teruntuk para manusia-manusia pengkhianat. Universitas Prabangkara sedang ramainya digembarkan oleh teror dari puisi-puisi yang datang entah darimana asal. Konon siapapun mahasiswa/i mendapatkan pesan tersebut dapat dihantui rasa penyesalan hingga mati bunuh diri sebab tak sanggup menahan rasa bersalah dalam diri. Dosen hingga rektorat dihimbau agar segera mencari pelaku atas dalang penyebaran puisi terkutuk itu. Masalah belum selesai, para mahasiswa/i semester enam pun tiba mengenyam tugas KKN mereka. Pemilik seribu durja aftab, Suargaloka, memutuskan untuk pergi mengembara demi KKN di Desa Bumi Tarung atas rekomendasi salah satu anggota kelompok. Pada satu purnama dan cekikikan pukul tiga pagi, beberapa anggota mulai hilang ditelan angin. Bak lingkar setan, sama-sama mereka terkutuk. Bukankah itu arti sahabat sesungguhnya? Rasakan duka, derita, tangis, bahagia, sehidup semati. Kemudian baru dinamai kawan seperjuangan. Lalu apakah, Suargaloka berhasil dalam menyelesaikan tugas lalu pulang dalam keadaan selamat? Dengan menghentikan takut dan perbuatan buruk teman-teman? Jalan mereka untuk selamat adalah satu, bergabung jadi satu padu membentuk persahabatan utuh yang membangun persatuan sekaligus cinta. Tanpa sisi buruk manusia-manusia itu menonjol demi kepentingan masing-masing. Maka, sukses mencipta keluarga atau pulang dari desa tanpa akal sehat? "SUARGALOKA KUMPULAN ORANG PEMBOHONG!" - ★ INSPIRED BY; KKN di Desa Penari.
Todos los derechos reservados
#2
two-faced
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • The Nightmare Stories (Completed)
  • Antara Cinta dan Takut [TERBIT]
  • Sedalam Samudera
  • 𝔼𝕊𝕋𝔸𝔽𝔼𝕋 𝕋☠️𝕏𝕀ℂ [ Re-up. New version ]
  • 30 day's
  • DESA SESUK [ END ]
  • KKN HOROR
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • Destiny ✓

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido