Cahaya Jingga

Cahaya Jingga

  • WpView
    LECTURES 10
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., août 1, 2023
Semesta mempertemukan kita disaat yang tidak terduga. Disaat aku berkelana di atas kereta kencana. Datang sosok pemuda berperawakan tinggi dengan tubuh tegap memberi kenyamanan dalam penjagaan. Hatiku berdesir menoleh rasa yang berbeda dari biasanya. Kemudian semesta menjembatani kisah diantara kita agar saling terikat satu sama lain. Hingga kerinduan menguar di udara terbuka. Berharap dalam penjagaan Dari-Nya engkau senantiasa terjaga dan kembali dalam wujud yang kuinginkan. Tidak kekurangan satu apapun. Biarlah sementara waktu kita menatap langit yang sama. Langit senja di ujung pulau dan aku menatap langit-langit kamar yang menembus batas waktu. Kabar baik darimu menjadi pengobat hati yang sering ditarik-ulur untuk tetap tenang walau tidak ada tempat bersandar. Sebab semua kenyamanan terkunci dalam sikap dan manismu wahai kekasih halalku.
Tous Droits Réservés
#756
waktu
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Nadi Akhir Luka
  • 𝐋𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐀 𝐇𝐈𝐉𝐑𝐀𝐇 (REVISI)
  • Behind the Silence
  • Langit.
  • senja di matamu
  • syanin

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu