YUDHISTIRA

YUDHISTIRA

  • WpView
    LECTURAS 5
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jul 15, 2023
Pandhawa || 01 Mas Yudhis itu orangnya kalem , sopan , dan lemah lembut. Perawakannya Gagah , rupaya tampan , dan senyumnya yang manis bisa memikat wanita manapun. Mas Yusdhis merupakan sosok berkharisma dengan tatapan teduh , sikap dan unggah ungguh nya sudah tidak perlu di tanyakan lagi. kepalanya selalu temungkul kepada orang yang lebih tua tidak perduli kasta dan darimana orang itu berasal. Dia tipe lelaki yang akan selalu mengalah agar tidak memancing huru-hara yang berpotensi merusak ketenangannya karena dia suka suasana aman , damai , dan sejahtera. Sayangnya semua deskripsi di atas tidak berlaku untuk aku , tunangannya sendiri yang sudah lama membersamai mas Yudhis dan tahu segala seluk beluk kehidupannya yang super sibuk. Mas Yudhis bekerja di bidang kuliner , rumah makan "MAMPIR SEDELOK" sudah menjadi pencapaiannya yang sangat sukses karena cabangnya bahkan sudah sampai luar pulau , itulah yang menyebabkan mas Yudhis super sibuk karena harus mengecek cabang sana-sini setiap sebulan sekali. Perjumpaan ku dengan nya pun tidak bisa di lakukan seenak jidad karena mesti membuat janji temu dahulu , sudah seperti akan berjumpa dengan menteri saja tapi itulah fakta yang harus aku terima. tidak sejarang itu juga kok kami tidak bertemu , kadang dalam sebulan aku bisa bertemu dengan Mas Yudhis bisa 4 sampai 5 kali tergantung tingkat kesibukan tuan muda Yudhistira yang terhormat. Dan inilah yang aku maksudnya deskripsi di atas tidak berlaku untuku , Mas Yudhis bisa berubah 360° ketika sedang berdua dengan ku. Rasa rasanya dia adalah dua sosok manusia yang berbeda , di depan keluarga dan orang lain dia adalah roll model sepupu-sepupu karena tingkahnya yang sopan santun dan kalem. Tapi siapa sangka dia yang kalem begitu berubah jadi sosok lain di depanku ? sosok yang lebih berani dan sangat berbahaya bagi kesehatan jantungku ? Kalau aku bilang Mas Yudhis lebih dari kata beringas kalian percaya ?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kami yang Berdosa
  • STUCK IN THE MOMENT WITH YOU...
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • MAS !
  • DUDA TAMPAN
  • 1, Bunga di Taman Hati
  • zaya dan abrisyam [TERBIT]
  • Lovely Step Mother -After Marriage
  • Alina Journey [END]
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy

Arsya merupakan anak asisten rumah tangga dari keluarga Lidya. Saat Arsya berusia 11 tahun, ibunya meninggal. Lidya sudah berjanji bahwa dia akan menjaga Arsya. Namun, kedua anak Lidya-Kevin dan Clara membenci Arsya, karena menganggap Arsya merebut kasih sayang ibu mereka. Saat Arsya dewasa dan cukup matang, ia menikahi Lidya. Kedua anak Lidya-tak terima dan menentang keras keputusan sang ibu. Kakak dan adik itu semakin membenci Arsya. Keduanya selalu berusaha menyingkirkannya dari rumah. Namun, karena suatu kejadian, kebencian Clara terhadap Arsya, perlahan malah berubah menjadi cinta. ________________________ Kevin teriak, "Mama yang keterlaluan! Ma! Orang nggak tahu diri itu lebih muda dari aku, Ma! Apa Mama nggak malu? Selain karena anak pembantu, orang nggak tahu diri ini masih sangat muda, Ma! Beda jauh umurnya sama Mama. Tolong, Ma! Tolong! Sadar! Kalian itu beda jauh umurnya! Nggak pantes. Ini gila, Ma!" Lidya menahan oksigen di dalam tubuh untuk sekian detik. "Memangnya kenapa kami harus malu? Kami bukan pencuri, bukan penjahat, bukan koruptor. Apa ada larangan dalam hukum negara dan agama untuk menikah dengan orang yang berbeda jauh umurnya? "Menikah dengan seorang yang jauh berbeda umur, bukanlah hal yang memalukan, atau pun terlarang, asal keduanya sudah saling dewasa. Arsya sudah dua puluh tahun, sudah dewasa, dan pikirannya juga dewasa," jelas Lidya. Tangannya menunjuk Clara dan Kevin. "Tidak seperti kalian berdua, umur sudah dewasa, tapi tidak pernah berpikir dewasa." Kevin memutar badan, meremas kerah Arsya yang masih duduk, dan memaksanya berdiri. "Lo, dasar anak dari perempuan murahan! Makanya lo bahkan nggak tahu ayah lo itu siapa!" _________________ Cinta mulai tumbuh, ketika sudah terlarang. _________________ Original story by Haneaz. Dilarang plagiat.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido