Semestaku Ternyata Ada Padanya

Semestaku Ternyata Ada Padanya

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 10, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Kau itu bagaikan hujan, yang selalu menemani setiap sedihku. Kau bagaikan pelangi yang kadang pula datang setelah hujan, karna sedihku kau bentuk menjadi senyuman indah yang hanya ingin ku tunjuk untukmu. Kau itu bagaikan senja, yang selalu ku tunggu disetiap waktu sore tiba. Kau bagaikan bulan, yang selalu menerangiku diantara gelapnya malam. Kau juga bagaikan mentari dipagi hari, memberi semangat untuk aku lewati hari dengan tuntunan cahaya darinya. Kau segalanya bagiku. Namun, aku lupa kalau semua itu hanya datang terkadang dan tidak selalu melulu ada, hingga kenyataan menamparku bahwa yang ku tunggu adalah sesuatu hal yang tidak pasti. Ya! itu semua karna kau masih semu yang selalu ku harap pada ilahi tanpa tapi. **** "Mau saya anterin gak? Kayanya hujannya masih lama" Tanyanya lagi dengan sabar. Eileen menggeleng "Enggak, gak usah, makasih" Ucap Eileen pasti. **** Kisah ini... Seperti kisah nyata namun tidak nyata Seperti tidak nyata namun nyata. *** Jangan lupa follow sebelum baca yaa!!! Vote end komen adalah dukungan kalian yang paling berkesan untuk penulis... Dilarang keras untuk plagiat yaa!!
All Rights Reserved
#854
mahasiswa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • Aerilyn
  • [END] Blind Rainbow
  • ON SIGHT (Completed)
  • My Perfect Happy Virus
  • AKSA
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • SERENDIPITY [COMPLETED]
  • 🚨The sun in the dark sky🚨
  • "Singgah"

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines