ZEANATA
  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 11, 2023
ZEANATA "Terus kita kemana?" "Ngedate, Sayang," ucap Zean lembut dan pelan, namun bisa didengar oleh Nata. Ucapan Zean berhasil membuat Nata bungkam. Pipinya memerah, bahkan bibirnya tersenyum begitu saja. Jantungnya berdetak begitu cepat, sebesar itu pengaruh Zean terhadap tubuh hingga hatinya. "Gak lucu, Zee," lirih Nata. Zean itu ibarat roller coster, sangat mudah baginya untuk membawa Nata terbang hingga setinggi mungkin, dan bukan hal sulit juga baginya untuk menjatuhkan Nata hingga bagian yang paling bawah. "Gue gak lagi ngelawak Nata, makanya gak lucu. Tapi jangan baper juga, kan gue cuma iseng," ujar Zean sambil tertawa kecil. "Iya, udah biasa juga kan." Nata tersenyum sekilas. Gadis itu kini tidak lagi banyak bertanya, ia hanya diam. Moodnya yang sejak tadi bagus, langsung lenyap begitu saja. ***
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rasa Tanpa Kata
  • ANATHAN  || END
  • Zenna Story
  • SKENARIO RASA
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • CRAZY GIRL (END)
  • Albel
  • AMORE (Strong Woman)
  • Soal Rasa 2
  • Rumah Tanpa Atap

Pernahkah kamu merasakan sesuatu sampai tidak bisa berkata-kata? Sedih, senang, pilu, kecewa, ataupun sakit. Rasanya sangat teramat dalam hingga hanya hati yang bisa memaknainya, tanpa ucap, tanpa kata. Suatu ketika dalam benakku muncul pertanyaan. Mungkinkah dalam sebuah keramaian seorang anak manusia merasa sepi? Mungkinkan dari sebuah keceriaan terdapat goresan luka yang tak kunjung pulih? Atau mungkinkah dari raut wajah yang tersenyum terdapat tetesan air mata yang tak pernah kering? Jawabannya akan kita cari dan temukan bersama dalam buku ini. Mungkin atau tidak? Sepertinya di antara kita akan menemukan jawaban yang berbeda-beda. Tetapi yang pasti rasa akan selalu menjadi jawabannya. Sekarang, aku ingin mengajakmu untuk ikut berkelana ke dalam berbagai ruang rasa yang sempat aku masuki selama beberapa tahun terakhir ini. Semoga ruang-ruang ini dapat membuat kamu merasakan pengalaman yang sama dan dapat mengambil pelajaran dari pengalaman-pengalaman tersebut. Semoga. Selamat memasuki ruang rasa 😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines