Story cover for ZEANATA by dwiana0123456
ZEANATA
  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Jul 15, 2023
ZEANATA

"Terus kita kemana?"

"Ngedate, Sayang," ucap Zean lembut dan pelan, namun bisa didengar oleh Nata.

Ucapan Zean berhasil membuat Nata bungkam. Pipinya memerah, bahkan bibirnya tersenyum begitu saja. Jantungnya berdetak begitu cepat, sebesar itu pengaruh Zean terhadap tubuh hingga hatinya.

"Gak lucu, Zee," lirih Nata. Zean itu ibarat roller coster, sangat mudah baginya untuk membawa Nata terbang hingga setinggi mungkin, dan bukan hal sulit juga baginya untuk menjatuhkan Nata hingga bagian yang paling bawah.

"Gue gak lagi ngelawak Nata, makanya gak lucu. Tapi jangan baper juga, kan gue cuma iseng," ujar Zean sambil tertawa kecil.

"Iya, udah biasa juga kan." Nata tersenyum sekilas. Gadis itu kini tidak lagi banyak bertanya, ia hanya diam. Moodnya yang sejak tadi bagus, langsung lenyap begitu saja.

***
All Rights Reserved
Sign up to add ZEANATA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Rasa Tanpa Kata cover
All My Fault✔ cover
Soal Rasa 2 cover
RIRI NATARI [END] cover
NOISY SOUL [Ongoing] cover
Virgo Girl cover
Albel cover
CRAZY GIRL (END)  cover
Rumah Tanpa Atap cover
DRABIA [END] cover

Rasa Tanpa Kata

23 parts Complete

Pernahkah kamu merasakan sesuatu sampai tidak bisa berkata-kata? Sedih, senang, pilu, kecewa, ataupun sakit. Rasanya sangat teramat dalam hingga hanya hati yang bisa memaknainya, tanpa ucap, tanpa kata. Suatu ketika dalam benakku muncul pertanyaan. Mungkinkah dalam sebuah keramaian seorang anak manusia merasa sepi? Mungkinkan dari sebuah keceriaan terdapat goresan luka yang tak kunjung pulih? Atau mungkinkah dari raut wajah yang tersenyum terdapat tetesan air mata yang tak pernah kering? Jawabannya akan kita cari dan temukan bersama dalam buku ini. Mungkin atau tidak? Sepertinya di antara kita akan menemukan jawaban yang berbeda-beda. Tetapi yang pasti rasa akan selalu menjadi jawabannya. Sekarang, aku ingin mengajakmu untuk ikut berkelana ke dalam berbagai ruang rasa yang sempat aku masuki selama beberapa tahun terakhir ini. Semoga ruang-ruang ini dapat membuat kamu merasakan pengalaman yang sama dan dapat mengambil pelajaran dari pengalaman-pengalaman tersebut. Semoga. Selamat memasuki ruang rasa 😊