We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ZEANATA
  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 11, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
ZEANATA "Terus kita kemana?" "Ngedate, Sayang," ucap Zean lembut dan pelan, namun bisa didengar oleh Nata. Ucapan Zean berhasil membuat Nata bungkam. Pipinya memerah, bahkan bibirnya tersenyum begitu saja. Jantungnya berdetak begitu cepat, sebesar itu pengaruh Zean terhadap tubuh hingga hatinya. "Gak lucu, Zee," lirih Nata. Zean itu ibarat roller coster, sangat mudah baginya untuk membawa Nata terbang hingga setinggi mungkin, dan bukan hal sulit juga baginya untuk menjatuhkan Nata hingga bagian yang paling bawah. "Gue gak lagi ngelawak Nata, makanya gak lucu. Tapi jangan baper juga, kan gue cuma iseng," ujar Zean sambil tertawa kecil. "Iya, udah biasa juga kan." Nata tersenyum sekilas. Gadis itu kini tidak lagi banyak bertanya, ia hanya diam. Moodnya yang sejak tadi bagus, langsung lenyap begitu saja. ***
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Atap
  • DRABIA [END]
  • Leana Story (End)
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • CRAZY GIRL (END)
  • Zenna Story
  • Soal Rasa 2
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • AMORE (Strong Woman)

Dua orang dengan latar belakang berbeda namun, dipertemukan untuk saling melengkapi.sikap Hana setelah hijrah dari masa lalunya banyak menginjak bebatuan kehidupan. Suatu saat Hana sedang terbaring lemas setelah dibuli oleh temannya.Disaat terbaring lemas di atas kasur seorang perempuan masuk.Percakapan pun berlangsung tapi setelahnya dia langsung membekap hidung dan mulut Hana. Leo yang melihatnya langsung menegur dan dengan cepat perempuan itu mengadu kepala Leo dengan piring kecil.Suara di kepala Leo selepasnya hening.Cepat-cepat dia harus bangun dari sakitnya.Melihat Hana yang sedang terengah-engah memancing simpati Leo dan mengurungkan niat untuk mengejar cewek itu. "Lu enggak apa-apa kan?" "Enggak,aku baik-baik aja"dengan napas yang terengah-engah. "Lu ngomong baik-baik aja!?"timpal Leo yang gak ngerti cara pikir Hana.Padahal baru saja dia dibekap dengan bantal.Kalau saja Leo enggak datang atau terlambat mungkin Hana hanya tinggal badan saja Gimana cerita lanjutnya?mari baca kisah mereka di sini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines