Amertha, arigatou Nathan

Amertha, arigatou Nathan

  • WpView
    Dibaca 2,424
  • WpVote
    Vote 1,027
  • WpPart
    Bab 24
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Apr 5, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Untuk mengisi sebuah rumah yang baru, kita harus memastikan penghuni lamanya sudah pergi, bukan? Dan memastikan apakah rumah yang baru sudah mengagumi seseorang untuk tinggal di dalamnya? "Aku kalah? Tidak aku menang karena sudah merelakan mu dengan wanita lain!" Amertha Senjani. Memang terkadang seorang perempuan harus kalah dengan perempuan lain perihal percintaan. "Kamu memang bukan pemenang tapi kamu tetap abadi dalam kisah perjalananku." Nathan Bragastara Arigato Nathan, walaupun perahu kita tidak pernah berlayar, selamat berlayar dengannya Nathan. "Semoga suatu hari nanti kita ditakdirkan bersama ya Nat." Amertha Senjani.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#466
sahabat
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • Gania untuk Gama
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • [✓] Sangga (SELESAI)
  • Arlan (Selesai Dirombak)
  • Eliinaa
  • BarraKilla
  • PLOT TWIST
  • Alam Byantara

💢Stop plagiat "Aku hanyalah rumah yang tak pernah dipilih untuk pulang." "Hidup tanpa bisa mengingat apapun, apa masih bisa disebut hidup?" Karel tumbuh sebagai anak yatim piatu, hidup di antara orang-orang yang ia temui setiap hari namun tak pernah benar-benar terasa dekat. Yang ia bawa hanya satu harapan sederhana, memiliki rumah selayaknya. Harapan itu seolah terjawab ketika ia diangkat menjadi bagian dari keluarga Winata. Namun alih-alih disambut sebagai keluarga, Karel justru harus lebih dulu menghadapi penolakan dari saudara-saudaranya sendiri. Setiap langkahnya menjadi pembuktian, setiap keberadaannya selalu dipertanyakan. Dan ketika ia hampir percaya bahwa usaha dan kesabarannya akan berbuah, takdi kembali mengambil alih. Ia dipaksa menerima kenyataan yang jauh lebih menyakitkan, bahwa ada hal-hal dalam hidup yang tak bisa ia diperjuangkan, selain hanya bisa pasrah. SEBELUM LANJUT JANGAN LUPA FOLLOW DULU..

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan