Abu-Abu

Abu-Abu

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 30, 2023
"Masa putih abu sama dengan perasaan kamu ke aku yaitu hanya centang 2 abu-abu entah belum dibalas atau dibaca saja" Kericuan murid-murid saat pulang sekolah sudah biasa terjadi, Aira baru saja sampai dilantai tiga dan pergi ke kelas yang dia tuju, dia berada didepan pintu kelas dengan papan X IPA II, Aira mulai membuka mulutnya "Kafi, ini absen kelas tadi kebawa" kata Aira Gadis berkulit putih, mata cantik,rambut panjang, tidak terlalu tinggi dan ceria Kafi menengok saat mendengar namanya dipanggil lalu menerima absen yang diberikan cewe yang tidak dia kenal. Tapi disisi lain... Aira dalam hati berkata "aghh.. panggil kafi dong tadi, kejadian satu detik saltingnya satu abad" Bagaimana kisah mereka? Bagaimana mereka bertemu? Dan apakah cinta Aira dibalas? 90% adalah kisah nyata!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My First Love [END]
  • Loventure [TELAH TERBIT]
  • BRAHMALA
  • Perfectly Imperfect [TAMAT]
  • Crazy Girl (Hiatus)
  • DRABIA [END]
  • Story Of School
  • ALAGAM (SELESAI❤️)
  • 1. Dia, Arsen!!

WARNING 21+!!! Banyak adegan dewasanya, yang merasa belum cukup umur diharap mengundurkan diri ya... ##### Mavia Renata, seorang siswi cantik kelas 2 SMA yang nampak anggun dan lembut namun sebenarnya ia adalah gadis yang tomboi. Dia sedikit kurang pandai dalam bidang akademik, namun berbeda dengan bidang non-akademik nya yang luar biasa. Dia punya segudang prestasi dalam bidang olahraga, seni serta kepemimpinan. "Hei..Boleh nggak gue minta jawaban soal lo?" ucapku sambil menyenggol sikunya. Ku buang jauh2 gengsi ku entah kemana, ku bulatkan tekat ku untuk bertanya padanya. Ya dia adalah Marvel Abimana, Cowok blasteran Indo-Korea yang cukup ganteng namun paling rese di kelasku yang kebetulan banget kali ini duduk sebangku dengan ku. "Boleh," jawabnya singkat. "Beneran??" tanya ku curiga. "Boleh,tapi nggak gratis!" imbuhnya sembari menoleh kearahku dengan senyum liciknya. "Lo mau imbalan apaan?" tanyaku penasaran. "Satu jawaban dibayar dengan satu ciuman," bisiknya pelan tepat di telinga kananku. Seketika itu juga membuatku bergidik ngeri. "What????" ucapku kaget. Terlihat dia sedang tersenyum puas. "Sial!!! apa yg harus aku lakukan??" ucapku dalam hati. Mau tau kelanjutannya?? Yuk lanjut baca..

More details
WpActionLinkContent Guidelines