Story cover for Office Romance by ainunufus
Office Romance
  • WpView
    Reads 173,255
  • WpVote
    Votes 14,938
  • WpPart
    Parts 32
  • WpView
    Reads 173,255
  • WpVote
    Votes 14,938
  • WpPart
    Parts 32
Complete, First published Jul 15, 2023
Mature
Chavali adalah perempuan berusia 28 tahun. Meski sudah lebih seperempat abad, ia terlihat tidak tertarik dengan kehidupan percintaan dan lain-lain. Yang ia jalani hanya bekerja, bekerja, dan bekerja. Hal ini tentu membuat Mila, sahabatnya, ikut geregetan melihat hidup Chavali yang sangat monoton.
 
 Jarrvis, rekan sekaligus atasan Chavali mengundangnya untuk datang ke hari ulang tahun pernikahan orangtua. Namun kekacauan terjadi di sana. Chavali pingsan dan bangun dengan dunianya yang baru, seolah sebuah pintu sudah dibuka oleh seseorang.
 
***
All Rights Reserved
Sign up to add Office Romance to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Unpredictable Love cover
Beloved CEO : CEO Tercinta cover
THE SECRET cover
a piece of peace cover
B2C: Benar-benar Cinta cover
Big Love cover
Midnight Love cover
SANG PENGANTIN BAYARAN cover
End Up With You [Completed] cover
Affair with My Step-Brother ✔  [ SUDAH TERBIT ] cover

Unpredictable Love

28 parts Ongoing Mature

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------