Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
My Brother My Fiance

My Brother My Fiance

  • WpView
    Leituras 57,997
  • WpVote
    Votos 1,690
  • WpPart
    Capítulos 14
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, jan 17, 2017
WpInfo
Ficção
Romance
cinta itu cukup sulit karena harus menyatukan dua hati yang berbeda. kalimat dari mamanya selalu di ingat prilly dan membuatnya semakin sakit. segalanya mulai terasa amat sulit,bukan hanya perbedaan hati yang terjadi di antara dirinya dan ali. tetapi sebuah masalah yang jauh lebih besar. "gue sayang lo apa itu kurang jelas?". mata ali mulai berkaca kaca menatap gadis di depannya "nggak bisa ! lo harus lupain gue kita bakal jadi sodara!" prilly menangis mendorong bahu ali. "yaudah kita kabur aja gue bakal jagain lo gue janji" ali memeluk prilly dalam seolah tak mau melepaskannya "dan keluarga kita ? mama gue ? papa lo?". prilly menangis dalam pelukan ali. entah apa yang akan terjadi,apakah keegoisan mereka yang akhirnya menang atau rasa cinta terhadap orang tua yang akan menang. sesulit ini kah ujian bagi mereka,bahkan mimpi untuk hidup bersama pun terasa amat tak mungkin.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Dia Bahagiaku
  • Long Story
  • Strength In The Heart
  • MAMA IMPIAN
  • K I T A -"AliandoPrilly"-
  • Love to Change Everything (PRIVATE-EDITING)
  • HATE BE LOVE (END)
  • War Of Hormones
  • When Love Comes
  • True Love

Prilly merebahkan dirinya di kasur yang sudah sepuluh tahun ia tinggalkan ke Amerika. Dia rindu bermain dengan Alan. Tetangga samping rumahnya yang dulu sering bermain dengan dia. Tapi, yang sebenarnya Prilly rindukan adalah kembaran Alan. Dari kecil, ia tidak pernah mau diajak main bersama. Sampai terakhir, dia ingin mengatakan iya menerima tawaran Prilly tapi dia urungkan karena tiba-tiba Alan datang. "Pril, ayo ke rumah Om Marafa."panggil Airi, bunda Prilly. "Wahh... Prilly makin cantik aja."Nura, mama Alan berkata ketika keluarga Prilly sampai di rumahnya. "Makasih tan."Prilly. "Prilly??"Alan berlari memeluk Prilly. "Hai Lan?" "Lho, anak kamu yang satunya mana?"Tanya Izama, ayah Prilly. "Dia jadi berandalan Za. Dia nggak pernah dengerin aku lagi."Marafa. Izama hanya mengangguk. Dia tahu, sebenarnya Rafa yang tidak pernah mendengarkan si kembar yang satu lagi. Memang benar, Prilly dekat dengan Alan tapi dia dekat dengan si kembar satunya. Anak itu sering menangis dipelukannya dan cerita kalau ayah dan bundanya selalu pilih kasih. Dia tidak sepintar Alan, dia tidak pernah bisa dibanggakan karena nakal dan selalu bikin ulah. Tapi Izama lebih menyukainya, karena dia memiliki skill beladiri yang tinggi, pendengaran dan penglihatannya sangat sensitive, Izama berencana menjadikan dia penerusnya di bidang sniper dalam satuan KOPASSUS. "Ali, kamu darimana?"Rafa mulai emosi. "Sekolah, Ali kan pakai seragam, ohh... atau ayah nggak pernah merhatiin Ali, basi."Ali hanya berdiri diam, tidak menoleh sama sekali. "Kok bajunya kotor gitu Li? Kamu berantem lagi?" "Apa peduli bunda sih? Anak kesayangan bunda Alan kan? Ali nomor terakhir, cuma sampah yang seharusnya dibuang."Ali berjalan ke kamarnya. Ini cerita pertamaku, tolong dibaca ya? kalau suka silahkan di vote, kalau ada kekurangan silahkan di coment, terimakasih semua.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo