Masih, Bisa jadi Kita?

Masih, Bisa jadi Kita?

  • WpView
    Membaca 4
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jul 15, 2023
Bertemu.. Bertemu.. Tatap. Saling sapa.. Lalu bertukar nama.. Dan saling bicara.. Bercerita.. Tertawa dan akhirnya selalu bersama. Yap.. Di pikiran gue masih sama. Masih tergiang, dimana awal mula gue bertemu dengan dia. Gadis yang sekarang sedang duduk bersamaku menikmati senja sore yang melampaui pergi. Tersenyum dengan indahnya dan menatapku. "Indah, begok" "Iya" "Knapa nggak sering-sering ajak gue kesini sih?" "Lu kan lagi jauh" "Iya ya. Knapa?" Sengaja kutatap dia lebih lama dari biasanya. "Nggak" Dia memudarkan senyumnya. Dan beralih memandang ke depan. Dan berakhir gue terdiam bingung. "Lang?" "Hmm?" Dia memulai pembicaraan bersamaan dengan raut muka diam nya. "Kita kenapa nggak sadar-sadar sih?" Dia mulai mempertanyakan. "Hah, sadar apa?" Kucoba tanya sekali lagi.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#893
friendzone
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cinta Cake
  • Kamu
  • Sweet Combat
  • Zenna Story
  • Love in Difference
  • My Little Monster - Completed
  • THE CLIMB [Completed]
  • Semu [Completed]
  • Silent Heart!

"Kan, apa sih cinta menurut lo?" Tanya Kevin seraya tersenyum menatap langit sore. Kania terdiam sejenak menatap Kevin. Hatinya tiba-tiba sakit. "Gue nggak terlalu paham tentang definisi cinta, yang jelas cinta itu menyenangkan. Walau terkadang menyakitkan." Ujar Kania seraya menatap langit sore. "Menurut gue cinta itu seperti cup cake." Kania menatap Kevin penasaran. Kevin tersenyum membayangkan wajah Sabrina yang tersenyum menatapnya. "Terlihat manis dan menyenangkan. Ingin rasanya mencoba dan mencari tau seperti apa rasanya. Ternyata rasanya sangat manis. Seperti cinta." Ujar Kevin seraya membayangkan Sabrina. "Vin?" panggil Kania dalam hati. "Kan? Aku berharap kamu juga merasakan apa yang aku rasakan saat ini." Kania menganggukkan kepala sembari tersenyum menatap Kevin. "Iya. Pasti! Suatu saat nanti." Jawab Kania. Mereka menatap langit sore bersama.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan