Serpihan Kegelapan Hati

Serpihan Kegelapan Hati

  • WpView
    Reads 332
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 28, 2026
Aku sangat terkejut ketika mendengar suara pintu terbuka secara perlahan. Seorang pria bertubuh tinggi besar memasuki ruangan dengan tenang. Tangannya memegang nampan berisi kue kering manis dan segelas susu madu yang masih hangat. Lagi dan lagi, dia selalu membawanya setiap pagi, disertai senyuman yang selalu ia tampilkan setiap kali melihatku. Aku mengernyit karena takut, dia hanya tertawa kecil, lalu menaruh nampan di meja sebelah ranjang. Setelah itu, dia mulai menaiki kasur. Tangan panjangnya meraih kakiku lalu menariknya dalam satu tarikan. "Argh!" Tubuhku limbung ke belakang, terbaring dengan dirinya tepat di atasku. Tiba-tiba, ciuman mendadak membuatku terkejut. "Grep!" Tangannya mencengkram rahangku dengan kuat. Tubuhku gemetar-aku takut dia akan berbuat lebih jauh lagi. "Makan," ujarnya. "Huh?" Setelah mengatakan itu, dia berdiri. Diam-diam menunggu, namun matanya terus menatapku. Aku segera bangun tergesa-gesa lalu memakan kue kering dan menghabiskan susunya. Melihatku menghabiskan semuanya, dia tersenyum. Namun, hal berikutnya adalah yang terburuk. (Karya ini tidak menjiplak / menyalin milik penulis lain. Murni hasil ide gabut saya yang muncul tanpa tau situasi. Jika ada penulis ketahuan mencuri karya saya, maka tidak akan saya maafkan.)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jangan Pergi, Ayi
  • HAPPINESS • DewTee (PROSES REVISI)
  • [END] Hamil Dengan Jenderal Perang Gila Yang Menyebrang.
  • [COMPLETED] 7 Days
  • One More Chance
  • Hope is a dream that is doesn't sleep

"Kamu jangan deket-deket terus sama dia." Katanya tiba-tiba. "Kenapa memang? Dia kan temen aku mas." Jawabku menimpali "Pokoknya kamu jangan deket-deket sama dia, mas gasuka." Jawabnya dengan raut muka kesal. "Cemburu ini mah pasti." Kataku dalam hati. "Mas cemburu yah." Godaku "Engga, siapa juga yg cemburu. Jangan geer kamu." Elaknya yg membuatku ingin tertawa. Penasaran ga sih gimana ceritanya. Yu ikutin cerita aku. Jangan lupa kasih komentar yaaa. Kalo perlu beri aku dukungan kalian kalo cerita aku ini bagus. Siapa tau aku jadi semangat buat nulis cerita-cerita lainnya. Hehehe Oiya. Ngomong-ngomong ini cerita pertama aku gais, maaf ya kalo banyak banget salahnya. Maklum bukan penulis juga. Maaf kalo bahasanya gabaku terus agak ga nyambung. Tapi aku berusaha kok buat cerita ini semaksimal yg aku bisa. Jadi yu baca yu. Hehehee Cerita ini mengandung unsur LGBT, jadi buat kalian yg ga suka ga usah khawatir tinggal di skip aja ya hehe. Sekali lagi jangan di hujat yaa hehe

More details
WpActionLinkContent Guidelines