Story cover for ZERO (0) by drache_befehlshaber
ZERO (0)
  • WpView
    Reads 194
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 194
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Jul 16, 2023
Tahun 2025

Di tanah jawa yang sama sekali berbeda

Banyak manusia yang bertandang mengapai asa

Namun segala keindahan dan jayanya tak berlangsung lama

Malam itu,
Dibawah terang rembulan bulan Mei, Tanah Jawa kembali riuh dengan kemunculan makhluk dari hutan belantara kota Banyuwangi, kota terakhir Jawa timur pasca terjangan tsunami.

Mereka menggigit dan mengoyak manusia, terpancing dengan suara dan darah, menyebabkan tiap manusia berusaha menyelamatkan diri ke kota setelahnya yang lebih aman.

Dan dari sanalah kisah kisah baru mulai terbentang luas,

Kisah tentang mereka yang dipandang sebelah mata,

Tentang jati diri dan bagaimana ia mekar membahana

Tentang pertemanan, cinta, dan bagaimana menjadi nyata

Tentang mereka,

Yang menyebut diri mereka (ZERO)
All Rights Reserved
Sign up to add ZERO (0) to your library and receive updates
or
#31kekacauan
Content Guidelines
You may also like
Garis Singgung Dua Dimensi by Nayamoon890
33 parts Ongoing
[On Going] Kalian suka menjelajah jauh ke dunia fantasi? Coba baca ini, aku akan menyajikan kepada kalian bagaimana jadinya jika ada dua dunia yang saling bersinggungan, dan berisi tentang narasi cinta, kehidupan sehari-hari, dan bagaimana penghianatan bisa terjadi akibat keserakahan akan harta dan kekuasaan. SINOPSIS: Rembulan Kimora Jumantara selalu merasa berbeda. Ia dapat melihat cahaya aneh yang memancar dari dalam tubuh orang-orang di sekitarnya, seolah-olah jiwa mereka memancarkan warna yang bisa ia kenali. Hidupnya yang biasa yang tidak pernah jauh dari sekolah, kopi, tugas, dan teman-teman, namun semua mendadak berubah ketika ia melihat para kakak kelas-nya ternyata bisa mengendalikan elemen alam di tengah malam perkemahan sekolah. Pertemuan tak sengaja itu menjerumuskannya ke dalam dunia tersembunyi bernama Pelita, tempat asal para makhluk bermata bercahaya dan jiwa yang bersinar. Rembulan bukan hanya manusia biasa, dan ia adalah bagian dari takdir kuno yang berkaitan dengan perang antar dimensi, keberadaan makhluk kegelapan, dan wanita buih misterius yang selalu mengunjunginya dalam mimpi. Wanita itu mengenal nenek Rembulan, dan membawa pesan yang belum lengkap, seakan seseorang mencoba menghapus kebenaran dari ingatannya. Di tengah dunia nyata yang tak lagi terasa nyata, dan dunia magis yang terlalu terasa dekat, Rembulan harus memilih antara hidup seperti manusia biasa, atau berjalan di jalan lain dan menghadapi kenyataan bahwa ia adalah kunci dari perang yang telah lama terlupakan. ---------Aku akan mengajak kalian menjelajah. [Start: 15 Maret 2025] (Rank: 28 Maret) #19 [Bulan] #10 [Peri] #296 [Petualangan]
Larasuma: Satu Langit, Satu Arus [UPDATED!!!] by lnairaz
26 parts Complete
14 manusia menuju satu desa yang indah di Ranah Aurum. Apa yang awalnya tampak seperti program biasa, perlahan menjadi kisah tak terduga tentang ikatan, konflik, kejutan budaya, dan perasaan yang tumbuh di waktu yang tak tepat. Naira, gadis dari Astronomi, hanya ingin menyelesaikan tanggung jawabnya dan pulang. Tapi ketika langkah kakinya memasuki pelataran posko utama itu, semesta ternyata punya rencana lain. Disambut oleh budaya, aroma tanah basah, dan tawa hangat dari anak-anak lokal, mereka pun tahu-ini bukan sekadar program biasa. Ini tentang menemukan makna di tengah riuhnya pagi, kehilangan di antara senyum, dan barangkali... cinta yang sempat dipinjamkan oleh waktu. Dan di balik proyek besar di Larasuma, mereka harus menghadapi lebih dari sekadar tantangan fisik dan akademik. Mereka terjebak dalam jejak masa lalu yang misterius, yang menghubungkan mereka dengan tim dari tahun 1996. Ketika sebuah catatan berisi pesan dari masa lalu muncul, mereka mulai menyadari bahwa perjalanan mereka bukan hanya untuk menyelesaikan proyek, tetapi juga untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi pada tim sebelumnya. Mereka harus mengungkap misteri yang tersembunyi, menghadapi masalah internal, dan menyelesaikan konflik percintaan yang membingungkan, agar proyek ini tak hanya dikenang, tapi juga berhasil. Akankah mereka mampu menyelesaikan semuanya sebelum terlambat? Atau, apakah mereka akan terjebak dalam lingkaran waktu yang tak berujung? Lalu, satu per satu rahasia kecil dan benih hubungan pun mulai tumbuh, diam-diam-hingga akhirnya mengalir... mengikuti arus. ⸻ Disclaimer: Jika ada kemiripan nama, karakter, atau kejadian, itu merupakan kebetulan belaka dan bukan representasi langsung dari individu maupun instansi tertentu. Bacalah dengan hati terbuka dan biarkan semestanya membawamu kembali ke pagi-pagi riuh di Larasuma.
You may also like
Slide 1 of 9
ALZEA : FEATURED SOULS cover
Tiga Yang Terlupakan, 2025 | ENHYPEN cover
(Book 2) Pertarungan Terakhir di Bhumi Javacekwara (END) cover
Garis Singgung Dua Dimensi cover
Larasuma: Satu Langit, Satu Arus [UPDATED!!!] cover
My Bad Girl #BadSeries✔ cover
Rocinante' cover
Polaroid cover
Another [END] cover

ALZEA : FEATURED SOULS

16 parts Ongoing

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Menurut lo, orang rusak kayak kita... masih bisa jatuh cinta?" Algesa memalingkan wajah, menatap langit yang retak oleh awan gelap. "Gue nggak tau. Tapi kalau bisa... mungkin gue udah." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee