Masa Kecilku

Masa Kecilku

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 3, 2025
Aku tidak pernah mendapatkan apa yang orang lain dapatkan. Dengan mudahnya mereka makan, sementara aku sesuap nasipun rasanya berat. Tanpa sulitnya mereka membeli apapun yang mereka inginkan, sedangkan aku merasakan sulit untuk mencari uang sepeser pun, agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Rasanya semua ini tidak adil bagiku. Aku ingin hidup tenang dan bahagia seperti mereka. Namun, lagi-lagi aku tersadar, bahwa aku adalah anak yang malang, sendirian dan kesepian. Hari-hari menangis mengingat dengan nasibku yang seperti ini. Tak jarang aku ingin pergi menyusul Bapa dan Mama. Sehingga batin dan otakku berkata, bertahanlah sampai masanya habis, yakinlah ada kebahagiaan setelah penderitaan dan kemudahan setelah kesulitan.
All Rights Reserved
#546
kesepian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tak punya Ayah, Tapi Aku punya Ibu yang hebat
  • Setelah Hujan ( End ✔)
  • Di Balik Nama Zella
  • Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎
  • ALONE || JENO LEE
  • Aku Masih Disini: Cerita dari tubuh yang pernah ingin pergi
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Slow Days (FIN)
  • Badai, Kapan Berlalu?
  • Rumah Pulang

Prolog Hidup tak selalu memberi pilihan. Kadang, jalan yang kita pilih bukanlah yang kita inginkan, tetapi itu adalah satu-satunya jalan yang tersisa. Seperti halnya Jennie, seorang wanita muda yang terjebak dalam keputusasaan. Hatinya hancur ketika ia tahu bahwa masa depan yang ia impikan bersama lelaki yang ia cintai, Taehyung, kini harus pupus begitu saja. Keputusan Taehyung untuk meninggalkannya saat ia paling membutuhkannya, meninggalkan luka yang tak pernah bisa sembuh. Namun, hidup tidak berhenti di sana. Jennie, meski patah hati, tidak menyerah. Ia melahirkan seorang anak lelaki yang ia beri nama Yeonjun, sebuah nama yang menjadi tanda cinta dan pengorbanannya. Tanpa ayah, tanpa dukungan, hanya ada mereka berdua di dunia ini. Setiap tetes air mata Jennie adalah janji untuk memberikan yang terbaik bagi Yeonjun, meski jalan yang mereka tempuh sangat sulit. Yeonjun, sang buah hati yang sejak lahir hanya mengenal kasih sayang ibunya. Ia tumbuh menjadi anak yang kuat meski hidup di tengah kemiskinan. Tidak pernah sekali pun ia mengeluh tentang kekurangan yang mereka hadapi. Bahkan, sering kali ia tersenyum untuk menenangkan hati ibunya yang lelah, padahal hatinya sendiri sedang terluka, ingin memiliki seorang ayah. Namun, seperti takdir yang tak bisa ditolak, empat tahun berlalu. Jennie dan Yeonjun kini tinggal di dunia yang lebih keras dari sebelumnya. dan meskipun begitu, Yeonjun terus berjuang untuk menyenangkan hati ibunya yang selalu ia cintai lebih dari apapun. suatu ketika Taehyung kembali, tapi bukan untuk memeluk mereka, melainkan untuk melihat betapa kerasnya hidup yang harus dijalani Jennie dan Yeonjun. Betapa kesalahan dan penyesalan membelenggunya, namun semuanya terlambat. Apakah Jennie akan memaafkannya? Apakah Yeonjun akan menerima kenyataan bahwa ayahnya tidak pernah hadir untuknya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines