forced marriage [Itoshi Rin × Readers]

forced marriage [Itoshi Rin × Readers]

  • WpView
    Reads 9,662
  • WpVote
    Votes 404
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Jul 19, 2023
"aku adalah masa lalu yang paling ia sayangi,aku akan merebutnya kembali darimu"-C "Kau tidak akan bisa merebutnya,dia Memiliki Yang baru"-N Bagaimana jadinya kalau Wanita SMA menikah dengan lelaki yang ia tidak kenal dan ia cintai? [Name] Agatha adalah murid SMA yang Berumur 16 tahun [name] terbilang cukup cantik dan populer,dengan sifatnya yang ramah dan baik hati banyak juga Lelaki yang menyukainya walaupun [Name] sudah banyak menolak banyak Lelaki yang Menyukainya Namun semua berubah Setelah ia dijodohkan dengan pria yang bernama Itoshi Rin yang Lebih tua darinya,Sifat Rin cukup Dingin dan cuek kepada [name],namun berbeda ketika bersama kekasih yang ia cintai,terkadang itu juga membuat [name] Terasa Cemburu dan sedih,tetapi [name] masih bisa menghadapinya dan Memutuskan untuk membuat Rin jatuh cinta padanya perlagan-lahan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seperti Mencintai Matahari
  • Agrafaz || (immediately published)
  • Catatan Putih Abu-Abu Rina [Telah Terbit]
  • Just Stay, for me ...
  • いとしい ( project 2 author )
  • Martanita [END]
  • ꜰᴀᴋᴇ ʟᴏᴠᴇʀ; 𝖨𝗍𝗈𝗌𝗁𝗂 𝖱𝗂𝗇
  • Don't Talk About Money

Satu yang disadari Rena, dia tidak terlahir cantik sehingga mempercantik diri hanyalah tindakan sia-sia. Dia yang masih dalam umur labilnya dan masih dalam pencarian jati dirinya malah mencondongkan dirinya menjadi tomboy ditambah lagi dia memang menyukai tontonan sepak bola Eropa, hal tersebut membuatnya lebih dekat dengan teman-teman laki-laki daripada perempuan. Tak dapat dipungkiri juga, Rena memiliki otak di atas rata-rata, dia diterima di SMA negeri favorite di Malang. Rena ditempatkan pada kelas X.10. Kelas yang secara demografi sangat berbeda dengan kelas lain. Entah sistem random apa yang digunakan oleh panitia penerimaan siswa, tapi yang jelas di kelas itu terdapat 60% laki-laki. Sedangkan di kelas lain, siswa laki-laki berkisar antara 30-40% saja. Rena yang bukan merupakan tipe siswa rajin sengaja memilih tempat duduk nomor 3 dari barisan belakang. Menurutnya tempat itu ideal untuknya bermalas-malasan, mencontek atau bahkan tidur di kelas. Rena duduk sebangku dengan teman yang baru dikenalnya yakni Irfa. Di belakangnya duduk dua laki-laki, Arief dan Hendi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines