We're friends right?

We're friends right?

  • WpView
    Reads 274
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 12, 2015
Sebuah kisah kehidupan yang menceritakan pertemanan dan bagaimana tali pertemanan tersebut dikhianati. Seorang yang hanya berbicara omong kosong dan seorang lagi yang percaya dengan omong kosong tersebut. Apakah yang disebut teman itu adalah orang yang berbicara dibelakangmu saat dirimu sedang kesusahan? Orang yang mengelabuimu dengan berkata bahwa dirinya adalah temanmu? Mungkin sebagian orang akan berkata "Dasar bodoh! Jangan berteman dengan orang yang hanya memanfaatkanmu! Daripada seperti itu lebih baik tidak punya teman sekalian" disaat dirimu mengetahui kelakuan yang mengaku temanmu itu. Tapi apakah orang yang berkata seperti itu pernah merasakan tidak mempunyai teman? Pernahkah dia merasakan perasaan tersingkirkan dari yang lain? Jawabannya pasti tidak! Memang mudah mengatakannya tetapi sulit untuk melakukannya. Hei.. kita ini makhluk sosial bukan? Diambil dari kisah kehidupan nyata yang mungkin di semua belahan dunia ada yang pernah merasakannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Cinta Dan Takdir Semesta
  • Sanju Menulis Agar Kita Tak Pernah Usai
  • ARA [COMPLETED]✔️
  • The Boat of Blossoms
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • hewasgone
  • Not Me
  • Best Friend's
  • Everything
  • ATHAYA

kisah yang menggugah hati tentang perjalanan hidup seorang wanita bernama Dinda. Dalam hidupnya, Dinda harus berjuang melawan berbagai masalah yang terkait dengan gangguan mental yang dia alami. Setiap hari adalah perjuangan baginya, mencoba menjaga keseimbangan dan menemukan arti sejati dalam hidup yang terasa hampa. Kemudian seorang pria misterius yang bernama Bachtiar hadir dengan pesona yang memikat dan kehadirannya membawa sinar kehidupan baru bagi Dinda. Dalam kedamaian dan kehangatan cintanya, Dinda merasa bahwa dia telah menemukan tempatnya yang sebenarnya dan bahwa dia tidak sendirian dalam pertempuran melawan gangguan mentalnya. Namun, takdir memiliki rencananya sendiri. Setelah mencapai momen kebahagiaan yang sempurna, Bachtiar secara tiba-tiba meninggalkan Dinda. Kepergiannya meninggalkan Dinda dalam kebingungan dan kesedihan yang mendalam. Pertanyaan-pertanyaan memenuhi pikirannya: mengapa Bachtiar meninggalkannya begitu saja? Apakah cinta mereka hanya sebuah ilusi? Apakah Dinda terlalu rapuh untuk mencapai kebahagiaan sejati? Melalui perjalanan hidup Dinda, kita dapat menyadari bahwa takdir dan cinta tidak selalu berjalan sejalan, belajar menerima bahwa beberapa hubungan akan terbangun hanya untuk mengajarinya suatu pelajaran yang penting dalam hidup, meskipun kehilangan itu menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines