Bumantara dan Nelangsa

Bumantara dan Nelangsa

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 24, 2024
Hidup selalu membawanya pergi jauh. Merasakan pahit manisnya perjalanan. Juga pilu yang tak berkesudahan. Nanti jika waktunya tak lagi berjumpa, semoga bahagia lebih sering bertamu. "Hadir lo itu sesuatu yang gak di sengaja, Na." "Na, ayo sembuh." "Aku mau sembuh, tapi kalau gak ada kamu, memangnya bisa, Sa?"
All Rights Reserved
#285
sadend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shadow That Fades
  • Sejenak Luka
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • HER
  • This Is Not My House
  • DEVIONA
  • mianhe y/n
  • SHE'S THE BEACON OF LIGHT

Ada cinta yang tumbuh seperti doa, pelan namun penuh harap. Ada rindu yang menyelinap tanpa suara, hanya terasa di dada. Cinta ini bukan tentang memiliki. Tapi tentang dua hati yang saling tahu arah tapi tak pernah sampai tujuan. Tentang seorang perempuan yang jatuh cinta, bukan karena obsesi, tapi karena hati yang tak bisa membohongi dirinya sendiri. Aruna tahu ini tak akan mudah. Ia mencintai dalam diam, dan menyadari barangkali sejak awal, ia memang ditakdirkan bukan untuk dimiliki, melainkan untuk belajar melepaskan. Mereka bertemu bukan karena takdir yang manis, tapi karena semesta ingin mereka belajar: Tentang kehilangan, tentang pengorbanan, tentang bertahan, dan akhirnya... tentang merelakan. "Kalau kamu capek, berhenti ya... Tapi jangan berhenti jadi kamu yang selalu peduli." "Tenang, aku memang bukan tempat kamu pulang, tapi aku selalu jadi rumah kalau kamu butuh diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines