Love One Day

Love One Day

  • WpView
    Reads 552
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 24, 2015
Matanya tertuju pada sebuah danau yang terletak ditengah taman. Bunga teratai yang menghiasai danau itu, tampak indah ditimpa cahaya matahari yang mulai tenggelam. Angin sepoi-sepoi mengibas rambut panjangnya, membuatnya terlena akan suasana ini. Dibawah sebuah pohon besar yang menjulang tinggi, berdiri seorang laki-laki yang bertubuh tinggi dan bertampang dingin tersebut. hampir dua hari Tisha tidak melihatnya. Headphone hitam, masih tergantung dilehernya. Perlahan Tisha mendekatinya, "Apa yang kakak lakukan disini?" tanyanya penasaran. "Memperhatikan dan mengingat tempat ini. Untuk referensiku." jawab lelaki itu. Tisha terdiam, untuk beberapa menit. Wajahnya yang dingin membuatnya tersenyum. Untuk beberapa menit kedepan ini, dia akan merasakan berdiri bersama lelaki tersebut. Dan untuk beberapa menit itu, dia akan memiliki kenangan terindah seumur hidupnya. Yang tidak akan pernah ia lupakan walaupun waktu yang mengakhirinya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Repain
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Lain Dunia (Tamat)
  • Tetangga | SOOKAI
  • Memories
  • Traces in the Light
  • Cawa
  • [END] Peach
Repain

Aku meniup permukaan teh hijau dalam cangkir putih ini, menyesapnya perlahan. Mataku tertuju pada gerimis diluar yang dibatasi dengan kaca bening, menatap kosong. Lagi-lagi hujan. Kembali, kata-kata terangkai di pikiranku yang kosong. Kepingan masa lalu, Sebenarnya, siapa yang salah? Apakah aku-- yang menyerah karena aku tahu aku tak pantas berada disampingmu Atau kamu-- yang menyerah pada keadaan? Apakah aku-- yang percaya kalau kamu berpura-pura menyukaiku Atau kamu-- yang tak berusaha menjelaskan apapun? Satu hal yang tak pernah terungkap hingga sekarang, Fakta yang mana yang benar, Kalau kamu memang menyukaiku, Atau kamu, berpura-pura menyukaiku? Tiba-tiba saja, aku kembali ke alam sadarku, terhenyak pada sesuatu diluar. Semua yang disekitarku terasa sunyi. Kamu disana, berjalan dibawah hujan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines