Story cover for After 150 by K0nstra
After 150
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Jul 18, 2023
Tak pernah disangka bagi Dirga, saat dimana dirinya akan kembali bertemu dengan sosok perempuan yang selalu ia tunggu. Cara nya yang begitu indah mampu merubah masa lalu Dirga yang kelam dan pandangan nya tentang hidup. Bagi Dirga, sosok perempuan itu bersinar paling terang di antara kelam nya masa lalu yang telah ia hadapi.

Namun saat Dirga kembali bertemu dengan sosok yang dirindukannya itu, ada sesuatu yang berbeda darinya, seakan selama mereka berpisah terjadi satu-dua hal yang menimpa sosok perempuan itu. Akan tetapi, dimata Dirga meski sudah bertahun-tahun berpisah, sosok perempuan itu takkan pernah asing bagi hati dan kedua matanya.

Di lain sisi, begitu Dirga berpikir kelam nya masa lalu sudah tidak mengejarnya lagi, secara tiba-tiba ia harus kembali menghadapi segalanya. Banyak pertanyaan baru yang muncul dari masa lalunya menunggu jawaban bagi Dirga yang sudah tumbuh dewasa, sudah saatnya bagi Dirga untuk menyelesaikan segala yang ia tinggalkan.

...

Cerita dibuat secara langsung oleh Author Konstra PURE, karena cerita ini percobaan author di genre yang berbeda jadi Author dengan senang hati menerima kritik dan saran dari para pembaca ✅
All Rights Reserved
Sign up to add After 150 to your library and receive updates
or
#489childhood
Content Guidelines
You may also like
Become an Extra or Main Character [END] by abcde_zzZZ
36 parts Complete
Sebuah pertanyaan. Bagaimana caranya untuk bahagia? . . . Seorang perempuan yang hidup tanpa kebahagaiaan, kini mendapatkannya dengan mudah. Caranya? Tidak ada. Kebahagiaannya itu lenyap seolah ditelan bumi sejak ia lahir dan membuka matanya. Kehidupannya yang miris sungguh sangat disayangkan. Tapi, satu kejadian yang ia anggap itu adalah awal kebahagiaannya adalah... Saat ayahnya sendiri yang mengambil nyawanya. Sebuah kebahagiaan yang perempuan itu dapatkan sekian lama, akhirnya lenyap lagi karena suatu hal yang kembali terulang. Dalam mimpinya, seorang gadis memberinya harapan dengan hidup bahagia bersama orang-orang yang akan mencintainya. Tapi itu pun kembali lenyap seakan kebahagiaan enggan untuk dimiliki oleh perempuan itu. • • • Apakah kehidupan keduanya ini bisa menebus penderitaannya? Jika bisa, bagaimana cara mempertahankannya? Dan jawabannya selalu, TIDAK. • • • " Katanya, kebahagiaan tidak bisa terus dimiliki. Layaknya roda berputar, semua hal bisa didapatkan, meski itu hal yang tidak diinginkan. Semua hal yang didapatkan tidak akan selalu hal baik. Baik di dunia manapun, hal baik tidak selalu tetap. Itu bukanlah hal yang kekal. Tidak perlu juga mencari apa itu kebahagiaan dan bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan. Karena saat mensyukuri semua yang kita miliki, saat itu juga kita akan merasakan kebahagiaan dengan cukup." Ucap seseorang yang sudah terbiasa menerima kebahagiaan selama hidupnya dan tidak pernah tahu apa itu kesengsaraan. . . . ⚠️⚠️⚠️ →Cerita ini murni hasil imajinasi saya sendiri❗ →Tidak menerima plagiarisme dalam bentuk apapun❗ →Mohon maaf jika mungkin ada beberapa kata yang kurang tepat atau salah pengetikan, dan juga mungkin ada kesamaan dalam nama atau watak karakter. ⚠️⚠️⚠️ ♡♡♡
You may also like
Slide 1 of 9
Catatan Lintasan Pluto cover
Become an Extra or Main Character [END] cover
Rendra & Lila [END] cover
Let Me Love You Longer cover
Friendzone? cover
I'm okay (END) cover
Amami cover
As Time Allows cover
Nayara [ TERBIT ] cover

Catatan Lintasan Pluto

4 parts Ongoing

Sebuah lintasan sunyi. Sebuah perjalanan menjauh untuk akhirnya mengerti arah pulang. Dara Puspita hidup di luar sorotan. Jauh dari pusat perhatian. Seperti Pluto, ia sunyi, terasing, dan sering disalahpahami. Namun, di balik kesunyian itu, ia memiliki lintasan sendiri-dan tanpa diduga, lintasannya mulai bertabrakan dengan orang-orang yang tak ia rencanakan. Dari SMA yang penuh aturan, kuliah yang membuka dunia baru, hingga dewasa yang mempertemukan Dara dengan dirinya sendiri-proses ini tak mudah. Banyak yang datang, tanpa permintaan, tanpa perhitungan. Dan Dara belajar, sedikit demi sedikit, dari mereka yang membawanya melihat dunia dengan cara yang tak pernah ia bayangkan. Mereka datang dengan cara mereka-beberapa terang, beberapa redup. Tapi setiap jejak yang ditinggalkan, tak ada yang sia-sia. Ada yang mengajaknya untuk melihat, ada yang mengajaknya untuk merasa, dan ada yang mengajaknya untuk kembali pulang-dengan cara yang sunyi. Ini tentang Dara. Tentang perjalanan Dara untuk akhirnya berbicara, mencintai, dan menetap-di dunia yang dulu hanya ia amati dari jauh.