Senandika

Senandika

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 19, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Senandika adalah salah satu dari sekian banyak kosakata indah di Indonesia, seperti kamu... indah. Jauh pada hari dimana aku dan kamu bertemu, jauh sebelum aku jatuh cinta pada senyummu itu, jauh sebelum aku hanyut dalam cerita masa kecilmu dan masa indah maupun kelam dalam hidupmu, aku sungguh bersyukur Tuhan pernah mempertemukan dua garis lurus pada satu titik temu, yaitu kita. 8 tahun sudah berlalu, tapi perasaan ini masih tetap tersimpan rapi untukmu. Terlepas dari salahku, aku minta maaf. Kita terlalu lama sama-sama sibuk mengungkit salah. hingga lupa, bahagia kita pernah. Aku mulai mengenang masa baik, waktu baik, kenangan baik. Membenci itu melelahkan dan aku takkan pernah bisa membenci mu. Aku akan mengingatmu sebagai seorang yang pernah kubanggakan, juga sebagai seseorang yang pernah membahagiakan. Mulutku terlalu kelu untuk menjelaskan sebab dari semua kesalahpahaman yg sudah terjadi di setiap titik temu kita, juga jari-jari tanganku ternyata tak pernah mampu mengetikkan pernyataan apapun kepadamu. Jadi biarlah senandika ku, yg akan ku tuliskan dengan beribu-ribu huruf ini secara tidak langsung menjelaskannya untukmu, dan ikut abadi dalam cerita kita.
All Rights Reserved
#498
couple
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Kamu [SELESAI]✔
  • You're Here, But Not For Me
  • SalFlo
  • Untuk Seseorang yang Belum Pernah Kutemui [Sudah Terbit] (New Cover)
  • Sekali Lagi (End)
  • Remaja
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Full Of Scratches

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines