Impian yang Tertunda

Impian yang Tertunda

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 11, 2023
Setiap orang punya impian, termasuk Kiana. Sedari kecil ia mempunyai semangat belajar yang tinggi. "Tak usahlah kamu bermimpi terlalu tinggi, Nak. Cukup sampai SMA saja, tak usah kuliah." Begitu kata Bunda padanya. Tertatih langkah meraih impian. Merobohkan tembok besar yang menjadi penghalang. Meski lelah dan hampir menyerah. "Gue benci lo. Tapi, gue lebih benci liat lo nangis kaya gini." Kata-kata Riski walau menyakitkan, tapi mampu membuat tangannya terangkat menghapus air mata dikala sedih melanda. Berjuang di tanah perantauan tanpa sanak saudara. Tak ada tempat mengadu selain Tuhannya. "Ya Allah, aku ingin terus bersyukur pada-Mu. Tetapi, kenapa dikala seperti ini, aku tak mampu?"
All Rights Reserved
#909
rapuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • If We're
  • REYFAL
  • Dia dan Doa
  • Constellations From The Room
  • Kesempatan Kedua
  • CINTA UNTUK ALYA
  • Cover Me🕊️
  • Ad Meliora || END✓
  • Takdir Sang Ilahi [END]
If We're

Dhanurendra Kusuma Pranogo. Pemuda itu telah belajar banyak mengenai kehilangan. Keluarga kecilnya berantakan, hal-hal menyakitkan terjadi di depan matanya,. orang-orang tercintanya pergi tanpa pernah bisa kembali. Selang waktu berjalan, ia berusaha untuk bangkit. la kira setelah segala hal menyakitkan terjadi, tinggal senyum yang menanti. Saat itulah, Kinandita Putri berdiri di sana, membawanya keluar dari labirin masa lalu yang gelap, Gadis itu mengajarkannya cara tertawa, juga bahagia. Tapi ternyata, semesta memang kerap kali.suka bercanda. Badai itu belum reda sepenuhnya. Luka itu belum kering seutuhnya. Keberadaan Kinan justru menyeretnya menuju jurang luka yang lebih dalam. Hingga pada suatu titik kelelahannya, ia mulai bertanya-tanya: Mungkinkah semesta mengizinkan ia untuk bahagia?

More details
WpActionLinkContent Guidelines