Ambliopia

Ambliopia

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 15, 2023
"Setiap orang punya masa nya, people come and go mungkin bisa dibilang begitu", ucap lelaki itu. Suara yang terdengar samar-samar karena terbawa angin, "entah ia pergi sendiri atau dipanggil Tuhan, menurutmu mana yang lebih menyakitkan?", tambahnya Yang terlihat bahagia pun belum tentu bahagia, mereka yang tertawa paling keras ataupun yang terdiam seribu bahasa menyimpan luka nya masing-masing. Mereka yang percaya akan Putih dan Hitam tidak akan pernah melihat Abu-abu. Dan mereka yang hanya menginginkan keluar dari zona abu-abu tanpa tindakan tidak akan pernah keluar dari zona itu. #jaeminalternaifuniverse Hai semua... Buat kalian yang baca mohon komentarnya yaaa, biar aku bisa perbaiki. Cerita ini aku buat berdasarkan riset yang aku lakuin di lingkungan sekitar, untuk mereka yang takut buat melangkah ataupun masih ragu-ragu. Hal ini juga berlaku buat kalian yang ingin melakukan sesuatu yang kalian suka tapi takut sama hasilnya "cukup percaya sama takdir bahwa semua akan baik-baik saja walaupun mungkin apa yang akan kalian hadapi nggak semua nya baik".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Manisnya TeBu
  • Antara Langit Dan Perasaan
  • Ranjau Waktu
  • Blue Sky After Rain
  • Araleya Titik Temu Semesta (COMPLETED)
  • Alam Byantara
  • Brave Alone
  • The Heiress Trap (END)
  • If I Had to Choose

Teras Budaya-acara tahunan yang menandai dimulainya perjalanan mahasiswa baru di Fakultas Ilmu Budaya. Di antara keramaian, Sora memilih berjalan sendiri, tanpa ekspektasi besar akan pertemanan atau pengalaman baru. Namun, satu nama yang terbaca di bag tag seorang gadis, Angelina Feng, tanpa sadar menarik perhatiannya. Angel yang ceria dan penuh semangat segera membentuk ikatan tak terduga dengan Sora. Namun, di balik senyumnya, ada sesuatu yang ia sembunyikan. Sama seperti Sora, yang terus menggenggam liontin berukir naga-sebuah janji lama yang tak kunjung ditepati. Ketika sebuah pesan anonim muncul di ponselnya: "Kamu masih menyimpan liontin itu, kan?" Sora mulai menyadari bahwa bayangan masa lalu mungkin lebih dekat dari yang ia kira. Di tengah kisah pertemanan, mimpi, dan masa lalu yang menyatukan mereka, apakah Sora siap menghadapi jawaban yang telah lama ia cari? Ataukah, seperti gula dalam tebu, manisnya hanya terasa sesaat sebelum akhirnya menghilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines