Story cover for Wave love by al1tak___
Wave love
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Jul 20, 2023
"Kenyataan itu memang terkadang pahit, tapi jika kita membuka mata kita dan melihat apa yang sebenarnya terjadi dalam hidup ini, itu akan membuat kita mengerti kehidupanmu yang sebenarnya".

●afkila theresa●


[NORMAL P.O.V]

"Pelajaran hari ini sudah selesai, besok kita akan lanjutkan ke pembahasan selanjutnya."
Guru biologi keluar dari kelas.
semua anak-anak membereskan buku-buku serta alat tulis ke dalam tas mereka.
"Aku harus segera pulang, tugas-tugas ini tidak akan pernah habis-habis." keluh kila.
Dia adalah perempuan semata wayang di keluarga nya, tidak ada yang berharga di dalam hidup nya, teman yang ia anggap hanya satu, dan itu tidak seindah layak nya sebuah kehidupan sebuah dongeng, seorang Cinderella saja mempunyai teman setidaknya tikus-tikus atau hewan lainnya, tidak seperti Kila, ia tidak berharap apapun, setelah ia tau ternyata cinta nya tak akan pernah terbalas oleh temannya sendiri.

Setiap hari ia terus belajar, hingga petang ia selalu belajar di ruangan favorit nya, bukan kamar tempat favoritnya, melainkan ruangan belajar yang ia sebut dengan "LA, Port".
Sudah biasa bagi Kila makan malam di meja makan sendirian, sebuah moment bahagia yang tidak akan terlewatkan jika orangtua nya datang ikut makan malam bersamanya. 
Tidak ada kata "Keterpakasaan" di keluarga Kila, ia tidak pernah meminta dengan kesungguhan kepada orangtua nya.Ia tau mereka kerja keras di luar sana, setiap malam ketika kila hendak tidur, pergi ke kamar nya dan saat itu lah orangtua nya pulang dan hanya melepas keletihan mereka di sofa, dan saat itulah moment yang selalu di lakukan sebelum tidur, Kila datang kehadapan ibu dan ayah nya  kecupan hangat dari mereka, "Selamat malam sayang ku".
All Rights Reserved
Sign up to add Wave love to your library and receive updates
or
#91kebahagian
Content Guidelines
You may also like
TIME will TELL {On Going} by bLuE096r
15 parts Ongoing
"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡
You may also like
Slide 1 of 8
Senyawa Abu-abu { F I N I S H } cover
OUR FAMILY [SJY&KMJ] cover
TRAUMATIZED🪽(END) cover
Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal cover
Langkah baru bersama mu cover
My Brother's Secret cover
Little Sister [Boboiboy Elemental] cover
TIME will TELL {On Going} cover

Senyawa Abu-abu { F I N I S H }

23 parts Complete

kisah kami murid 12 ipa 1, bukan kelas elite atau apalah, cuma sebatas anak yang mengalami masa terindah sebelum kejenjang yang lebih, jangan lupakan keseruan dengan teman satu kelas, banyak masa yang dapat jadi kenangan yang akan jadi cerita dimasa berikutnya. " oi ra jadi nanti malam mangkal?" jika kalian pikir negative buang aja deh. Itu jauh dari ekspetasi kami emang bercanda kayak gitu tapi kami gak melakukannya "Woi jadilah.... Masa gak jadi udah gak sabarnih... napa mau ikut nih?" "Ngak Cuma mau nawarin vero sama marito mau ikut mereka lagi butuh duit" canda nani "Iya nih ra dari pada jual ginjal aku yang rugi, kalau ngepet bahaya tapi kalau ikut kau aman" sambung marito cekikikan "Boleh lah ra tapi aku kecil loh emang ada yang mau?" canda vero "Wiss pastilah... apalagi yang kecil-kecil lebih wow" canda Ara "Apa nih yang kecil-kecil" sambar indah dengan muka menahan ketawa "Issh anak kecil gak boleh tau" sambar Ara "Itu si suryanti masih mangkal" gurau tince jangan lupakan denga ketawa nya yang sudah lepas ''''' "Kan dah pernah Miss Cerita waktu tuh kalau mau dapat contekan harus pandai-pandai lah" gurau miss yang pengalaman "Lupa Miss Apalagi ada yang mendadak tuli" sindir Abel "Kalau kalian mau berhasil nyoteknya perhatikan siapa yang ngawas kan udah ditempel dimading jadwalnya trus perhatikan gerek-gerik guru yang ngawas