Guntur di kala Mentari

Guntur di kala Mentari

  • WpView
    Reads 7,773
  • WpVote
    Votes 743
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 19, 2025
(follow dulu sebelum membaca!) "Jika pagi butuh malam untuk bertemu, aku hanya butuh tersenyum lalu menangis untuk membencimu." -Mentari Himawan. Mengenal Guntur membuat Mentari merasa jingga, saat cerahnya bertemu gelap. Kisah bahagia yang dianggap miliknya, Mentari terus menutup mata. Perihal perasaan, Mentari menerima kehadiran Guntur. Tapi bagaimana jika mulai awal kedatangan Guntur bukan untuk perasaan Mentari? Apakah hubungan mereka akan berakhir, seperti nama Guntur di kala Mentari yang terdengar menyakitkan?
All Rights Reserved
#635
sion
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Winter
  • BECAUSE NOONA
  • Surat Cinta Untuk Shankara✔️
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • [✓] The Right Heartbeat
  • RUMAH;Menata Hati yang Hampir Mati
  • Halo, Jodoh!
  • Last Chance - Renjun x Winter [COMPLETED]
  • Secret Candy
  • Dimar (Jaemin . Isa . Jeno)
Winter

(Completed) "Ter, menurut lo kenapa ayam tuh dikasih nama ayam? Kenapa nggak sapi aja atau.. kudanil gitu?" "Kalau gue gorok leher lo sekarang, kira-kira lo mati apa nggak napas aja, Na?" Nareshwara itu tinggi ✅ Ganteng ✅ Suaranya bagus ✅ Jago gombalin cewek❌ Kalem banget❌ Nggak suka nyusahin Winter❌ "Kayaknya sih mati.. tapi ayam tuh ya-" Lelah lahir batin. Itulah yang selama belasan tahun Winter rasakan. Bersahabat dengan pemuda minim kewarasan yang selalu bertingkah 'semau gue' serta penganut prinsip 'terobos ajalah anying' ini bikin Winter sadar kalau resign jadi penduduk bumi bukanlah pilihan buruk. "Lo waras dikit bisa nggak, Na?" *** "Gue suka sama lo." "Hah?" "G-gitu, kan, bilangnya?" "Ah-ooh, iya ya, bisa gitu.. sih?" "Tadi itu pe..percobaan... ehehek," *** Sementara bagi Jeriko, menebas egonya yang setinggi langit dan hatinya yang sebeku daratan Antartika bukanlah perkara mudah. Namun, dihadapan seseorang yang berhasil memberikannya tempat ternyaman untuk 'pulang'. Dia bersedia memberikan apapun, sekalipun harus goresan luka yang jadi bayarannya. "Kalau gue mati.. lo juga harus mati, Darling. Seenggaknya kalau kita nggak bisa bersatu dibumi, kita bisa abadi di surga." "Mahluk kayak lo lebih pantas ada di kerak neraka sana!" "Lo mau abadi di neraka sama gue? Fine, gue nggak masalah mau dimana pun. Asal ada lo-nya." "DIH, SINTING!" "Love you more, Darling." *** 17+ ©Dandelions042

More details
WpActionLinkContent Guidelines