Guntur di kala Mentari

Guntur di kala Mentari

  • WpView
    Reads 7,562
  • WpVote
    Votes 741
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 19, 2025
(follow dulu sebelum membaca!) "Jika pagi butuh malam untuk bertemu, aku hanya butuh tersenyum lalu menangis untuk membencimu." -Mentari Himawan. Mengenal Guntur membuat Mentari merasa jingga, saat cerahnya bertemu gelap. Kisah bahagia yang dianggap miliknya, Mentari terus menutup mata. Perihal perasaan, Mentari menerima kehadiran Guntur. Tapi bagaimana jika mulai awal kedatangan Guntur bukan untuk perasaan Mentari? Apakah hubungan mereka akan berakhir, seperti nama Guntur di kala Mentari yang terdengar menyakitkan?
All Rights Reserved
#550
sion
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUMAH;Menata Hati yang Hampir Mati
  • INEFFABLE | Na Jaemin✔
  • BECAUSE NOONA
  • Surat Cinta Untuk Shankara✔️
  • [✓] The Right Heartbeat
  • Fake Smile | Lee Jeno
  • Last Chance - Renjun x Winter [COMPLETED]
  • Halo, Jodoh!
  • COLDEST | NA JAEMIN ✔
  • Friend to Love || Jaemrina ✓

[NCT X Itzy] Rumah bagi Narasena adalah tempat pulang untuk menata hatinya yang hampir mati. Dunia memberinya Narendra, manusia yang mengajaknya berkelana menyusuri samudra cinta. Narendra membuatnya percaya bahwa ternyata ada tempat yang sama hangatnya dengan rumah. "Kemanapun, kamu nggak akan kedinginan. Tangan kamu akan tetap hangat selama aku genggam." Begitu pada awalnya. Tapi, Narasena lupa siapa Narenda, Narasena juga lupa ke samudra mana Narendra mengajaknya berlayar. Dia juga lupa menanyakan berapa lama Narendra akan menggenggam tangannya, berapa lama kehangatan yang dia janjikan akan bertahan? Terbuai dengan manisnya aksara yang tersuara. Membiarkan Narendra berjalan lebih dulu bukan berarti mengizinkannya melepaskan genggam. Narasena terlalu percaya, hingga pada akhirnya dia tersesat di tengah-tengah Arktik seorang diri. Narendra membuat hatinya hampir mati. Tapi Narasena tidak ingin mati kedinginan di tengah samudra cinta tanpa kepastian. Dia ingin hidup, ingin kembali, dan menata hatinya lagi. Menyelamatkan hidupnya adalah pilihan terbaik. Entah dengan tetap menunggu Narendra kembali, atau mencari jalan pulang seorang diri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines