Guntur di kala Mentari

Guntur di kala Mentari

  • WpView
    Reads 7,814
  • WpVote
    Votes 744
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 19, 2025
WpInfo
Fanfic
NCT
(follow dulu sebelum membaca!) "Jika pagi butuh malam untuk bertemu, aku hanya butuh tersenyum lalu menangis untuk membencimu." -Mentari Himawan. Mengenal Guntur membuat Mentari merasa jingga, saat cerahnya bertemu gelap. Kisah bahagia yang dianggap miliknya, Mentari terus menutup mata. Perihal perasaan, Mentari menerima kehadiran Guntur. Tapi bagaimana jika mulai awal kedatangan Guntur bukan untuk perasaan Mentari? Apakah hubungan mereka akan berakhir, seperti nama Guntur di kala Mentari yang terdengar menyakitkan?
All Rights Reserved
#327
aespa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BECAUSE NOONA
  • Friend to Love || Jaemrina ✓
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • INEFFABLE | Na Jaemin✔
  • Halo, Jodoh!
  • Surat Cinta Untuk Shankara✔️
  • Love's Labyrinth. [END]
  • Last Chance - Renjun x Winter [COMPLETED]
  • Fake Smile | Lee Jeno

"Noona mau apa?" "Kumohon jangan mendekat!" Tanya Ji-Sung pria itu mulai kelihatan panik dengan apa yang terjadi saat ini. "Temani aku tidur, aku terbiasa tidur dengan memeluk seseorang dulu baru aku bisa tidur!" Ucap Karina, ucapan Karina membuat sistem kerja otaknya kembali tak berfungsi dengan baik hingga ia tak bisa berfikir tentang mana yang baik dan tidak baik, mengingat begitu banyak yang ia pikirkan saat ini. "Noona, apa kau tau bahwa semua ini adalah salahmu!" "Kalau saja kau tidak mabuk, semuanya pasti akan baik² saja!" Ji-Sung menarik kembali tangannya dan meluapkan marahnya pada Karina,pria itu mulai berdiri dan kedua matanya memerah menahan emosi. Ji-Sung menatap tajam Karina, sementara gadis itu hanya menatapnya polos membuat tingkat frustasi jisung semakin memuncak, dengan lemas ia kembali duduk disofa dan menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, dalam hidupnya ini pertama kalinya ia marah seperti ini, Karina benar-benar membuat emosinya meledak. Ia bahkan merasa sedikit bersalah karena sudah berteriak didepan Karina, gadis yang lebih tua 2 tahun darinya, harusnya ia tak membentak gadis itu namun itu tadi diluar kendalinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines