Aku Kamu dan Tuhan

Aku Kamu dan Tuhan

  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 6, 2024
"Hachim" " Yarhamukillah" ucap seorang pemuda Yang tidak sengaja mendengar suara orang bersin ''hah?, kok kek ada orang yang nge jawab yah" gumam alesha Alesha menoleh ke kiri dan ke kanan guna mencari sumber suara dan tanpa sengaja pandangan nya tertuju pada seorang pemuda yang juga tengah menatapnya. Pandangan kedua terkunci sejenak sebelum akhirnya pemuda tersebut memalingkan wajahnya " Astaghfirullah" Bagaimana dengan kelanjutan kisah keduanya ? Yuk ikuti perjalanan kisah mereka dengan setia pantau dan baca Aku Kamu dan Tuhan Jangan lupa pollow sahabat wp ku🥰
All Rights Reserved
#633
pertemuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SENJA UNTUK ALESHA
  • A Journey with You
  • Gus Arsya
  • TAKDIR DILANGIT PESANTREN (ON GOING)
  • Dari Askar Untuk Alisha [END]
  • PERJUANGAN DOA[END]
  • Imamku (SELESAI)
  • MANA JANJI MU GUS?!
  • dijodohkan dengan anak kyai
  • Tepian Takdir

Hai, namaku Alesha Zahrasyla. Sengaja ku tulis cerita ini untuk mengenang orang-orang berharga yang pernah ada di beberapa episode hidupku. Di episode pertama, kalian akan menemukan Jihan. Dia sahabatku. Dia humoris, humble, tapi terkadang karakternya tercipta dengan sedikit berlebihan. Di episode kedua, kalian akan menemukan seseorang yang sebenernya aku sangat menyayanginya, tetapi aku sangat bertolak belakang saat dia kembali lagi bersamaku, aku sangat kecewa kepadanya. Di episode ketiga, kalian akan menemukan sosok yang sangat aku cintai dan aku berharap bahwa dia dan aku akan saling mencintai lebih lama. Di episode terakhir, kalian akan menemukan sosok Alesha yang begitu kacau dan tak tau arah. Dan di situlah bagian dari cintanya muncul, meyakinkan bahwa dirinya harus tetap hidup dan tumbuh sebagai ungkapan syukur dari beberapa episode yang sempat ia kufuri kenikmatannya dari sang Pencipta. "Cinta itu tulus, tidak mengharap imbalan, juga tidak diperhitungkan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines