Sepenuh Jiwa

Sepenuh Jiwa

  • WpView
    LECTURES 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., sept. 4, 2025
"Ar, siapa orang yang membuat kamu bahagia sekarang" Anad bertanya pada Anar yang sedang memakan eskrim "Abang.." jawabnya tanpa basa-basi "Kenapa aku?" "Karena abang selalu nurutin kemauan aku, apalagi abang suka beliin aku eskrim." jawabnya lagi sambil menyengir Anad mengelus kepalanya dengan tersenyum kecil, "dasar bocil.." "Kalo abang, apa yang membuat abang bahagia?" tanya Anar "Melihat senyum kamu ketika aku beliin kamu eskrim.." *** "Abang, kalau waktu ingin diulang, apa yang kamu mau kamu lakukan?" Anar bertanya pada Anad, kala itu mereka duduk di depan masjid usai sholat magrib. Mereka duduk sambil menatap anak kecil yang sedang bermain layangan di area masjid. "Aku mau ke Jepang, Ar. Setelah ke Jepang aku mau ketemu kamu.." Ucapnya sambil mengkhayal. Anar menoleh lalu menatap Anad yang sedang menatap langit yang gelap, tanpa sadar Anar meneteskan air mata melihat laki-laki yang sangat ia cintai itu. "Abang, kita tidak bisa bersama kah?" ucap Anar dengan lirih "Ar, janji sama aku yaa. kamu harus bahagia walaupun gak sama aku.." sahut Anad "Kasih tau aku gimana caranya aku bahagia kalau semua kebahagiaan aku itu saat kamu ada disamping aku.."
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu