Symphony Dua Hati

Symphony Dua Hati

  • WpView
    LECTURES 108
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., avr. 27, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Irvan menatap ponselnya lagi hatinya masih berdebar , tubuhnya terasa lemas gemetar dan akhirnya terduduk lemah . Tanpa sadar Irvan pun meneteskan air mata tertunduk lesu dan memeluk lututnya. Yaahh.... seandainya jarak mereka dekat mungkin hal ini tidak akan terjadi ucapnya pelan. Irvan mencium bau darah dan segera mengangkat kepalanya lalu mencari dari mana asal bau darah tersebut , ternyata tangannya yang terluka terkena pecahan kaca dari gelas yang sempat dia banting tadi . ****** Sebelumnya Irvan mengganti bajunya dan bersiap untuk tidur , tapi pikirannya masih melayang memikirkan apa yang sedang dilakukan Ria diseberang pulau sana . Sayang ... kamu harus bahagia ya ... Jangan takut aku akan selalu menjaga , menemani dan melindungi .. Irvan menatap boneka bebek kesayangannya yang sekarang memiliki nama kesayangan pemberian Ria " Becky Hyung" mengambil boneka itu Menatap mata "Becky Hyung" mengusap kepalanya dan memeluknya , Irvan tersenyum kecil . Sayang ... sementara aku peluk Becky Hyung dulu yak kan kita belum muhrim , gak apa-apa ya .. semoga kita bertemu dalam mimpi ... ucap Irvan dalam hati . Lalu perlahan Irvan pun memejamkan matanya dan tertidur . Cover , Pinterest ( acak ) BAB 5, UNPUB Untuk Keperluan Penerbitan. Akan diganti dengan judul yang lain.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • ADYRA
  • JEAN
  • Become An Antagonist? [ON GOING]
  • The Best Of Miracle
  • Stolen Your Heart
  • Dear Alex, Count Me In [END]
  • Still with you 2  [ Revisi Dan Akan Di Bukukan ]
ADYRA

"Gue tau,lo pasti mikir gue sakit hati apa ngak sama ledekan lo tadi pagi disekolah. Udah deh ngak usah pake ngeles segala." Jelas Azka panjang lebar,Dyra berpikir apa Azka bisa membaca pikiran orang?. "Pede bego." Ceplos Dyra. Maudy yang melihat percekcokan antara dua insan didepannya pun berdehem. Dyra dan Azka melihat kearah Maudy. "Lo berdua kalo mau pacaran bilang dong,jangan buat gue nunggu. Tau gini gue balik luan." Maudy pura - pura merajuk. "Hah,pacaran? Are you okay?." Tampak wajah Dyra terkejut. "Iya jadi ini baru jadian. Lo tau kan kalo temen lo ini gampang merajuk,dan sok jual mahal." Azka mengatakan seperti otang polos yang tanpa dosa sedikitpun. Dyra ingin protes dengan perkataan Azka barusan,namun mulutnya langsung dibekap oleh Azka. Maudy tampak mengerutkan dahinya." Kenapa lo ngak bikang gue Ra?." "Dia malu,makanya dia nyuruh gue yang bilang." Sembur Azka. Dyra sudah geram melihat tingkah Azka,mulutnya memang masih dibekap dengan tangan Azka,namun pikirannya tidak. Dyra memiliki ide. Dia langsung menginjak kaki Azka,sehingga Azka meringis dan melepaskan bekapannya dimulut Dyra. Story @ZikraSalsabila😊😍.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu