Arshaka & Aletha

Arshaka & Aletha

  • WpView
    Bacaan 7
  • WpVote
    Undian 1
  • WpPart
    Bahagian 1
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Ahd, Jul 23, 2023
WpInfo
Fiksyen
Romantika
Ada rasa sakit yang sukar untuk sembuh, ada rasa takut yang tersisa dan tidak tahu bagaimana cara mengembalikan rasa percaya diri yang telah lenyap karena tertutup oleh takut yang tidak berujung. Pernahkah berekspektasi terlalu tinggi dengan semuanya? Iya, semuanya. Ekspektasi kita yang telah membuat kita kecewa, ekspektasi kita juga yang membuat kita sakit. Jika Aletha terlalu menaruh harap pada orang sebelumnya, dan Arshaka yang terlalu terbebani dengan ekspektasi orang lain pada Arshaka dan tentu itu membuatnya tidak nyaman. Aletha dan Arshaka mungkin bertemu di waktu yang tepat dengan versi terbaik dari keduanya. Semua yang telah lalu mengajarkan mereka untuk berubah menjadi versi yang terbaik dari mereka. Tentunya Arshaka dan Aletha bukan bertemu yang tanpa sebab, ada kisah lucu dibaliknya. Aletha yang pernah dikecewakan oleh orang sebelumnya, dia sudah seperti tidak memiliki harapan untuk hidup dengan baik, mati rasa adalah kata yang tepat untuk menggambarkan Aletha ketika itu, hatinya kembali terbuka dengan Arshaka.
Hak Cipta Terpelihara
#37
aletha
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

Anda juga mungkin menyukai

  • Trapped in Hope (End)
  • FINDING A MIRACLE ( MIRACLE SERIES #2 ) ( COMPLETED )
  • Maaf untuk Berpisah
  • Terjebak di Ruang Hampa
  • Love Cologne

Jelita pikir, hidup bersama Galuh dengan waktu yang lama adalah hal yang paling membahagiakan seumur hidupnya. Namun, semenjak ia tahu jika prahara rumah tangga itu sangat berat dijalani, semua ia tepis. Bersama Galuh bisa membuat Jelita merasa bahagia sekaligus sakit. Bahkan Jelita tak pernah terpikirkan, jika menikah dengan Galuh harus merasakan masalah yang sama setiap harinya. Keterlibatan antara Jelita dan pihak keluarga Galuh pun selalu berujung tidak baik. Bahkan sepertinya pihak keluarga Galuh menuntut Jelita agar bisa meninggalkan Galuh lebih cepat. Semua pahitnya dirasakan Jelita hingga rasanya ingin menyerah. Lalu setelah semuanya terjadi, apakah Jelita akan memilih terus dalam rasa sakit? Atau justru melepaskan kesakitan itu sendiri?

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi