ARUMI ALIVIA RAZETA

ARUMI ALIVIA RAZETA

  • WpView
    Reads 65,440
  • WpVote
    Votes 2,750
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 4, 2025
"𝑨𝒅𝒂 π’šπ’‚π’π’ˆ π’•π’†π’“π’π’–π’Œπ’‚ π’•π’‚π’‘π’Š π’Œπ’†π’π’Šπ’‰π’‚π’•π’‚π’π’π’šπ’‚ π’‘π’‚π’π’Šπ’π’ˆ π’ƒπ’‚π’‰π’‚π’ˆπ’Šπ’‚." ***** Pandangan Arumi mulai kabur, Arumi jatuh terduduk di atas aspal. Arumi melihat sekeliling dengan pandangan kabur, terlihat ke 3 preman itu sedang tertawa. Tangan Arumi meraba kepala yang terkena pukul oleh preman tadi. Setelah itu, Arumi melihat tangannya yang dipenuhi darah selepas meraba kepala bagian belakangnya. Darah ditangannya perlahan memudar tergantikan oleh air hujan yang turun. "BANGSAT" "ARUMI" Arumi melihat tepat di depannya ada Bella dan Sekala. Arumi tersenyum, setelah itu Arumi terjatuh dengan pandangan yang perlahan mulai gelap. Penasaran?? Yu ikuti ceritanya o((*^β–½^*))o
All Rights Reserved
#79
wattpadsad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • About Naskala [on going]
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Sudut Luka Nazea
  • Sakha Sania (End)
  • SAGARARUNA (TERBIT)
  •  ANATHA
  • Our Home Lost in This House
  • LUKA

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines