We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Persepsi Kedai Kopi

Persepsi Kedai Kopi

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 8, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Sekumpulan cerita tentang bagaimana kepompong bisa bermetamorfosis menjadi sosok penuh warna. Harumnnya bunga-bunga di musim semi membuat lebah menari, melupakan sendu yang mengitari kala mentari meninggi. Burung-burung berkicau seakan menyorakkan kemenangan atas dedaunan yang mulai berguguran. Kisah-kisah ini tidak seperti Cinderella tersebab cantik maka datang pangeran meminangnya, juga bukan seperti Romeo dan Juliet yang memilih tragedi lantas terkenal seantero dunia. Ini hanya tentang secangkir kopi, bagaimana harum, rasa, dan hitam pekatnya membuat siapapun menginginkannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lamar Gue!
  • [√] Memorabilia
  • My Perfect BASTARD
  • Short Story: Our World II
  • SHORT STORY
  • The Story About Us
  • Rembulan (Short Story)
  • Oneshot

"LAMAR GUE!" Perempuan di hadapan gue teriak dengan lantang, bikin semua orang yang ada di Cafe HurryUp noleh ke arah kami. "Cen, lo panas lagi?! Gue anter balik ayok." Gue tarik tangan Cecen, menghindari tatapan manusia-manusia kepo yang ada di sini. Tapi Cecen nepis tangan gue kuat-kuat, dan teriak untuk ke sekian kalinya. Dia melotot, idungnya kembang kempis, air mukanya merah padam, kepalanya berasap. Gue salah apa, sih?! Disclaimer : Cerita ini hanya fiksi, adapun bila ada kesamaan dalam penamaan tokoh, latar tempat, waktu dan lain-lain, itu bukan faktor kesengajaan. Cover : Pinterest + Canva

More details
WpActionLinkContent Guidelines