Tentang Rasa

Tentang Rasa

  • WpView
    Reads 1,276
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 11, 2024
Chafiya menatap malas pada lelaki yang sudah resmi menjadi suaminya. "Lo pikir gue mau nikah sama lo? Dih, ngarep!" Lelaki itu justru menatap perempuan itu bingung. "Emang lo doang?" Chafiya tersenyum sinis. "Gausah songong, jatuh cinta tau rasa lo. Inget, gada yang bisa lepas dari pesona seorang Altair!" Lelaki itu lantas memutar bola matanya malas. Dia bangun dari duduknya diatas ranjang dengan sebelah tangan mengambil satu bantal. Lantas saat dia sudah berdiri tegak, dia melempar bantal itu dengan keras, ya walaupun teksturnya empuk. "Makan tuh cinta!" Chafiya menyingkirkan bantal yang menimpa wajahnya dengan menatap sengit ke arah kepergian suaminya ke dalam kamar mandi. Dia kemudian mengambil posisi tengkurap dengan menghela nafas berat. "Cintanya sama Agam, nikahnya sama siluman! Beban lu berat banget, sih, Fiy! Heran, jadi cewek kok kuat banget!" "Mana Agam masih kerja di restoran gue lagi. Arghhh ... gimana bisa move on, ya Allah ...." Dia kembali ke posisi telentang. "Laki satu itu judes amat sama gue. Sama Hana aja halusss banget kek jalan tol baru di aspal. Iya, halus tapi panas! Huh, jadi kangen sama Agam." Bagaimana kelanjutannya? Jika kedua belah pihak saja memiliki kekasih hati yang berbeda, sama-sama menyimpang. Lantas, bagaimana nasib pernikahan mereka?
All Rights Reserved
#697
wattys
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Takdirku Untukmu (END)
  • Unplanned marriage
  • Sailing With You [END]
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Ijbar [Selesai]
  • My Crush Boy Next Door (END) -TAHAP REVISI
  • Bangun Cinta Satu Atap
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • The Man
  • As Possible

📚 Spiritual - Romance "Saya gak gigit kok, gak perlu takut," ucap Rafa di tengah-tengah kesunyian mobil, membuat Aida tercenggang. Dila yang sedang menunduk sambil memegang erat cardigannya sontak menatap ke arah depan, mendapati suara tawa Aida dan Rafa di depan, jantung Dila semakin abnormal. "Kenapa takut sih? Bang Rafa bukan karnivora kok," ujar Aida yang membuat Dila meringis malu. "Saya omnivora." Rafa lalu terkekeh, tanpa menghadap ke arah belakang. "Bang Rafa itu omnivora, dia makan nasi, makan ayam, makan sayur, makan hati juga." Aida terkekeh pelan sambil memukuli pundak Rafa pelan. "Eh, saya memang suka hati ayam kok," tutur Rafa begitu asyik mengobrol dengan Aida. "Bukan hati ayam, Bang tapi hati Abang yang udah karatan karena udah lama gak disinggahi," ucap Aida yang membuat Dila tersenyum tipis. "Abang masih menuju halal, tunggu beberapa bulan ke depan," ujar Rafa yang membuat Dila penasaran, eh sedikit. 📚Cover dibuat dari gabungan pict Pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines