Slow Days (FIN)

Slow Days (FIN)

Season 1 of 3
  • WpView
    Leituras 39,271
  • WpVote
    Votos 2,319
  • WpPart
    Capítulos 28
WpMetadataReadConcluída sáb, jul 13, 2024
WpInfo
Ficção
Temas Sociais
Deficiência
Vida Familiar
Amadurecimento (Coming of Age)
Tujuh bulan semenjak kehilangan orangtua, pekerjaan pertama, dan mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan, saya memutuskan mengasing di vila keluarga. Di sini, saya menyepi, mengurung diri sembari mencoba mengumpulkan keberanian untuk melihat hari-hari yang kembali datang dengan kenyataan masam, penuh penyangkalan. Hari-hari yang saya rasa hanya akan berkisar pada putaran waktu yang terasa lambat dan hal-hal yang tidak sederhana. Untuk kesekian kali, saya menemui diri yang belum piawai berduka, tidak paham apa itu menerima. Satu-satu, saya juga tengah berusaha menghimpun kebahagian yang masih tersisa. Namun sayangnya, tidak ada. Dan akhirnya, sekali lagi, ingin saya bertanya padamu. Tolong, beritahu saya bagaimana caranya mencintai diri ini lagi seperti sedia kala.
Todos os Direitos Reservados
#25
paralyzed
WpChevronRight
Séries

Di Atas Rasa

  • Volume 1
    28 capítulos
  • Di Atas Rasa (TERBIT)
    Volume 2
    25 capítulos
  • Memoar (Cerpen)
    Volume 3
    1 capítulo
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Pelukan Terakhir
  • Meneroka Jiwa 2
  • You're Here, But Not For Me
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Di Antara Kita (END)
  • SAKARA
  • ON REMEMBERING
  • "Langkah Kecilku, Harapan Besar dari Langit"

Hidup itu tak pernah berjalan seperti apa yang kita rencanakan.Kadang kita dihadapkan pada kenyataan yang sulit diterima,rasa kehilangan yang tak tergantikan. Aku belajar itu setelah ayah pergi .Dia adalah sosok yang selalu ada ,yang menguatkan setiap langkahku. Ketika dia menghilang dalam sekejap, dunia yang aku kenal terasa runtuh. Namun, aku tau satu hal, bahwa meski ayah tak ada lagi ,aku harus terus berjalan.Cinta dan kenangan yang ditinggalkan oleh orang yang kita sayang akan selalu hidup di hati .Dan, meski berat,aku harus menerima kenyataan, bahwa setiap perpisahan memiliki pelukan terakhir. Namun, ditengah kepedihan itu ,aku menemukan bahwa ada cinta yang lain, cinta yang tumbuh dari hati yang ikhlas ,bisa memberikan cahaya baru dalam hidupku. Cinta itu datang meskipun aku tak tau cara menerimanya. Karna terkadang, untuk bisa bahagia ,kita harus berani untuk membuka hati lagi,meski dengan rasa takut akan kehilangan yang tak terelakan.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo