We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Karuna dan Bhara

Karuna dan Bhara

  • WpView
    Reads 4,152
  • WpVote
    Votes 156
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 4, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Hubungan dan perasaan dua hal yang sulit untuk dipisahkan. Bagai kereta dan peron-peron, stasiun ke stasiun lainnya. Sama halnya dengan kereta, setiap masa ada pemberhentiannya. Entah untuk yang terakhir atau untuk melaju lagi. Meski, terkadang lajunya bukan searah. Berbalik tapi masih berpapasan dalam ruang waktu yang disediakan semesta. Dari sebuah kota. Meski, belum ada "kita" sekalipun. Laku dan senyum manismu dengan segala hormat membawaku lagi ke tempat-tempat yang mengingatkanmu. Langkahku terbawa lagi ke sana, mantra-mantra yang kau sematkan di setiap sudut kota. Jogja tempat kita bertemu, Solo kotamu yang dekat dariku, dan nanti kamu tahu kotaku yang jarang kuucapkan padamu. Temui aku sebisa usahamu, kamu bagaikan kereta yang melaju. Entah kota mana yang akan menjadi pemberhentianmu. Tak kan kupaksakan berada di aku, meski sedikitnya itu adalah keinginanku.
All Rights Reserved
#16
gustibhre
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Silent Scars | Orine
  • Yogyakarta Mendarah
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • Titik Nol Kilometer Yogyakarta ✓
  • Yogyakarta dan Kenangan
  • Mungkin Nanti
  • Hate Becomes Love [ Ondah ]

seorang gadis yang selalu menghadapi kejamnya dunia dengan senyuman manisnya. gadis yang tak pernah terpikirkan cara untuk membenci, tak peduli berapa kali dirinya di hina, senyuman nya tak akan pernah luntur dari parasnya yang indah. mungkin hanya ada kesedihan di dalam dirinya, dan tak lupa keikhlasan dirinya menghadapi itu semua dengan senyuman. "jangan pernah berani buat sentuh gue" "dasar ga guna" "lu ga akan pernah pantas jadi teman gue" -Oline entah siapa yang ada di pihak nya, entah siapa yang melindungi nya, dan entah siapa yang menemaninya. yang pasti mereka semua hanya diam saat dirinya di tindas, mereka semua bahkan ikut mengolok-olok dirinya. "aku hanya ingin membantu" "maaf sudah membebani" "aku akan memantaskan diri" -Erine

More details
WpActionLinkContent Guidelines