Ego
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 26, 2023
Secuek apapun orang tua, masih saja ada kata sayang yang terukir nyata. Seharusnya seperti itulah yang ada di pikiran semua orang. Terkecuali seorang remaja berusia lima belas tahun ini. Ravelian Ghanadikta. Sebut saja Ravel. Seseorang yang tumbuh tanpa kasih sayang dari orang tua. Terus menerus mencoba meluluhkan hati mereka dengan prestasi yang gemilang. Tetapi mencoba menyerah pada akhirnya, dan tak lagi peduli akan keadaan. Kali ini dengan tindakan. Berhasil ataupun tidak, ia harus siap dengan hasilnya. Akankah itu menjadi sebuah keberhasilan? Ataukah konfrontasi kecilnya membuatnya menyadari rahasia gelap dibaliknya? * "Terkadang, rumah bisa jadi bukan tempatmu kembali, mau seberapa pun inginnya kamu." -Ravelian Ghanadikta
All Rights Reserved
#283
mood
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA  (TERBIT)
  • Titik Luka
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  •  HAZELA
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • 𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
  • 𝐁𝐫𝐨𝐤𝐞𝐧 𝐇𝐨𝐦𝐞? {𝐄𝐍𝐃}
  • Is It Home ?
  • LANGIT {NEW VERSION}

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines