We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ego
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 26, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Secuek apapun orang tua, masih saja ada kata sayang yang terukir nyata. Seharusnya seperti itulah yang ada di pikiran semua orang. Terkecuali seorang remaja berusia lima belas tahun ini. Ravelian Ghanadikta. Sebut saja Ravel. Seseorang yang tumbuh tanpa kasih sayang dari orang tua. Terus menerus mencoba meluluhkan hati mereka dengan prestasi yang gemilang. Tetapi mencoba menyerah pada akhirnya, dan tak lagi peduli akan keadaan. Kali ini dengan tindakan. Berhasil ataupun tidak, ia harus siap dengan hasilnya. Akankah itu menjadi sebuah keberhasilan? Ataukah konfrontasi kecilnya membuatnya menyadari rahasia gelap dibaliknya? * "Terkadang, rumah bisa jadi bukan tempatmu kembali, mau seberapa pun inginnya kamu." -Ravelian Ghanadikta
All Rights Reserved
#288
mood
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Magnificent Journey [COMPLETED]
  • Perihal Sandwich(End)
  • NAKALA DAN TAWANYA
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Different [END]
  • LANGIT {NEW VERSION}
  • Constellations From The Room
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Your Home [COMPLETE]

Broken home? Sudah menjadi hal yang tidak asing lagi. Tentu hati seorang anak mana yang tidak hancur saat harus menerima kenyataan pahit semacam itu. Bahkan dirinya mengalami itu saat masih kecil. Waktu dia baru menginjak 8 tahun, masih membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Tapi apalah daya. Takdir tidak bisa diubah. Dia hanya bisa pasrah. Dia bertekad akan membuktikan pada semua. Terutama kedua orangtuanya yang sudah berpisah lama. Dirinya memutuskan untuk berubah. Merubah semuanya. Dari mulai pandangan, berfikir, dan satu lagi jangan mengeluh dengan keadaannya yang sekarang sudah menjadi anak broken home. Perjalanan dari perubahannya ini penuh dengan rintangan. Karena memang semua manusia pasti tak akan terlepas dari itu. Hanya saja bagaimana caranya agar bisa dengan sabar dan tabah menghadapinya. Dia seperti itu karena sadar, bahwa broken home bukan suatu masalah yang besar. Juga bukan sebuah penghalang untuk terus menjalani hidup. Bukan pula ajang untuk jadi terjerumus pada pergaulan bebas. Sebab dirinya tahu betul, lebih menyakitkan nasib anak-anak yatim dan piatu. Mereka bahkan tidak bisa lagi berjumpa dengan orangtuanya. Mau tau kelanjutan dari kisahnya? Bagaimana perjalanannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines