AKALANKA
  • WpView
    Reads 194
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 14, 2023
"ya ayyatuhan nafsul muthmainnah, irji'i ila rabbiki radhiyatan mardhiyah, fadhulii fi 'ibadi wadhuli jannati". Bergetar bibirnya melantunkan ayat yang paling disukai oleh perempuannya. Ayat yang selalu ia bacakan setiap malam agar perempuannya bisa tidur lelap dan bangun dengan senyum untuknya. Namun, hari ini hari selasa 15 Dzulhijjah ia kembali membacakan ayat itu dengan bibir bergetar dan mata memanas. Ayat dari surat al fajr itu mengiringi perempuan bermata teduh yang ia cintai itu kembali kepada penciptanya. Dunianya runtuh melihat perempuan yang ia cintai menutup matanya dengan seulas senyum di bibir pucatnya. Masih jelas di bola matanya, masih sangat jelas apa yang ia dengar dari bibir perempuannya semalam sebelum memasuki ruang berbau obat ini. "Dengar, Allah sudah mengatur semuanya. Dari pertemuan kita, pernikahan kita, mempertemukan aku dengan kamu yang ahirnya menjadi laki-laki yg menjadikanku makmum ketika sholat adalah ketetapan yang sudah Allah siapkan untukku tanpa aku minta segera untuk dipercepat. Sedangkan dia, yang aku minta untuk dipercepat Allah sandingkan dia dengan yg lain yang tidak memintanya. Jadi, aku minta ingat selalu Atā amrullāhi fa lā tasta'jilụh, ya?" Allah Allah Allah Secepat itu engkau atur perpisahanku setelah pertemuan dan pernikahanku yang engkau atur begitu lama. Engkau karuniakan aku dua manusia kecil yang aku nantikan dan engkau ambil kembali manusia yang engkau cintai. Manusia yang selama hidupnya selalu mengingatmu. Allah, aku ikhlas. Aku ikhlas melepaskan istriku mengikuti jejak para guru nya. Bukankah dalam riwayat shohih disebutkan orang-orang 'alim meninggal pada hari selasa dan di tanah Makkah? Allah,aku kembalikan orang yang paling engkau cintai kembali kepadamu. Dan akan aku rawat amanah besarmu. Sang kala. Makkah,15 Dzulhijjah.
All Rights Reserved
#18
mahabbah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Kamu dan Negara S1 [SELESAI]
  • Assalammualaikum, Ustadz [END]
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • Separuh Ragaku [On Going]
  • MENJAGAMU LEWAT DOA
  • PASUTRI BACKSTREET
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

More details
WpActionLinkContent Guidelines