AKALANKA
  • WpView
    Reads 186
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 14, 2023
"ya ayyatuhan nafsul muthmainnah, irji'i ila rabbiki radhiyatan mardhiyah, fadhulii fi 'ibadi wadhuli jannati". Bergetar bibirnya melantunkan ayat yang paling disukai oleh perempuannya. Ayat yang selalu ia bacakan setiap malam agar perempuannya bisa tidur lelap dan bangun dengan senyum untuknya. Namun, hari ini hari selasa 15 Dzulhijjah ia kembali membacakan ayat itu dengan bibir bergetar dan mata memanas. Ayat dari surat al fajr itu mengiringi perempuan bermata teduh yang ia cintai itu kembali kepada penciptanya. Dunianya runtuh melihat perempuan yang ia cintai menutup matanya dengan seulas senyum di bibir pucatnya. Masih jelas di bola matanya, masih sangat jelas apa yang ia dengar dari bibir perempuannya semalam sebelum memasuki ruang berbau obat ini. "Dengar, Allah sudah mengatur semuanya. Dari pertemuan kita, pernikahan kita, mempertemukan aku dengan kamu yang ahirnya menjadi laki-laki yg menjadikanku makmum ketika sholat adalah ketetapan yang sudah Allah siapkan untukku tanpa aku minta segera untuk dipercepat. Sedangkan dia, yang aku minta untuk dipercepat Allah sandingkan dia dengan yg lain yang tidak memintanya. Jadi, aku minta ingat selalu Atā amrullāhi fa lā tasta'jilụh, ya?" Allah Allah Allah Secepat itu engkau atur perpisahanku setelah pertemuan dan pernikahanku yang engkau atur begitu lama. Engkau karuniakan aku dua manusia kecil yang aku nantikan dan engkau ambil kembali manusia yang engkau cintai. Manusia yang selama hidupnya selalu mengingatmu. Allah, aku ikhlas. Aku ikhlas melepaskan istriku mengikuti jejak para guru nya. Bukankah dalam riwayat shohih disebutkan orang-orang 'alim meninggal pada hari selasa dan di tanah Makkah? Allah,aku kembalikan orang yang paling engkau cintai kembali kepadamu. Dan akan aku rawat amanah besarmu. Sang kala. Makkah,15 Dzulhijjah.
All Rights Reserved
#2
akalanka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jodoh Kedua (END)
  • MENJAGAMU LEWAT DOA
  • GARIZAH JAUZA (END)
  • Attar
  • Assalammualaikum, Ustadz [END]
  • JAUH DIMATA DEKAT DIDOA
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Mahligai Cinta [END]✓

{18+}..... ***》SEKUEL dari cerita KITA Bulir keringat dingin tampak membasahi wajah itu. Raut kegelisahan yang terpancar dari wajah yang masih terlelap itu, menunjukkan bahwa dia mengalami mimpi buruk. Dengan sedikit napas terengah, dia tersentak bangun. Setelah bisa menguasai diri, dia bangkit dan melakukan sholat malam. Kepergian sang belahan jiwa membuatnya lebih rajin beribadah. Alasannya sederhana..... di akherat kelak dia ingin berkumpul dengan belahan jiwa juga buah hatinya. Selepas memanjatkan untaian doa, dia membuka pintu balkon kamar dan memandang ke langit lepas. "Sayang..... bagaimana kabarmu di sana? Aku merindukan kalian..... sangat," lirihnya sendu. Sudah tiga tahun berlalu sejak kepergian sang belahan jiwa, tapi dia masih tetap berada di tempatnya semula. Hati yang dia berikan seutuhnya pun ikut mati bersama kepergian sang belahan jiwa. Tak ada hal lain yang dirasakannya selain kehampaan. Hatinya kosong dan tertutup rapat untuk bisa dimasuki siapa pun. Karena bagi dia, pemilik hatinya adalah sang belahan jiwa..... ketika sosok itu pergi, dia pun menutup rapat pintu hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines