CRY FOR ME

CRY FOR ME

  • WpView
    Reads 1,808
  • WpVote
    Votes 120
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Jul 28, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Disclaimer Written and Published by : Raindroponme Rate : M Language : Indonesian Cover and Picture : taken and made by Canva. Thanks to the artist Syn : Hannie sudah berjanji tidak akan pernah lagi mengencani seorang pun pria setelah kematian Joshy, tunangannya, tiga tahun yang lalu. Hannie menjalani kehidupannya yang monoton dan menghabiskan hampir seluruh waktunya hanya untuk bekerja. Dia bertemu dengan Sean pertama kali di stasiun bawah tanah sepulang bekerja. Pertemuan yang lantas membawa keduanya ke benang merah yang kusut di kemudian hari. Bagaimana dengan kehidupan Hannie setelah dia bertemu Sean dan memberikan seluruhnya bahkan 'waktu dan hidupnya' yang sangat berharga untuk pria itu? Sementara Sean sudah memberinya peringatan bahwa dia belum siap untuk sebuah komitmen atau hubungan yang lebih jauh dengan wanita manapun.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [COMPLETED] 7 Days
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • EX's (Completed)
  • 00.07 WIB [SELESAI]
  • Thank You and Good Bye
  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]
  • Don't Go Away (Because You're Mine)
  • Guéris-Moi

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines