Falsehood

Falsehood

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 7, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Pernahkah kalian dibohongi seseorang? Kebohongan adalah suatu hal yang menyakitkan, bahkan ada pepatah mengatakan "lebih baik jujur dan sakit di awal daripada harus mengetahui kebohongan dari orang lain" Aku sangat membenci kebohongan, ya walaupun nggak memungkiri aku juga pernah berbohong. Tapi aku berbohong sewajarnya, dan tidak pernah berlebihan. Suatu ketika ada seseorang yang sangat ku percayai tega berbohong kepadaku. Dan dari kebohongan itu hidupku mulai berubah seratus delapan puluh derajat. "Maira tolong dengerin penjelasan aku dulu!!" "Mau jelasin apa lagi hahh??!!" "Mau jelasin apa lagi Aidann?!!!" "Mau jelasin kalau lo bohongin gue, kalau gue ini pacar lo? Kalau gue ini cinta mati sama lo? Bullshit tau nggak!!!" "Bahkan kita sampe menikah Aidann!! dan kebohongan lo itu sampai bikin gue nikah sama lo!!" "Maira please tolong dengerin penjelasan aku dulu" - Aidan "Cukup!! gue nggak mau denger penjelasan dari lo. Emang dari dulu lo selalu gue anggap sahabat gue, sahabat terbaik gue. Tapi setelah ini gue nggak tau lagi harus anggep lo apa. Gue pergi dulu." Akankah cinta yang di awali dengan kebohongan akan berlangsung lama? Tentu tidak! Tapi, jika takdir mengatakan mereka harus bersama, ya kita mau bagaimanapun juga bakalan bersatu kembali. Mari kita lihat akankah takdir menyatukan Aidan dan Maira kembali?
All Rights Reserved
#70
bohong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 90 Hari Selingkuh
  • Ingkar 🌿|| Ending
  • Haruskah Aku Bertahan?
  • My Husband| mpreg [Bxb] Terbit
  • My Sweet heart
  • With You 나는 행복하다
  • Where's Home
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu

"Aku lelah menjadi orang lain hanya agar dunia merasa aku cukup beruntung. Aku bahkan lupa, bagian mana dari diriku yang benar-benar milikku." - Karenina Sembilan puluh hari menuju pernikahannya, Karenina menyadari satu hal yang mengerikan: ia tidak sedang bersiap menjadi seorang istri, ia sedang dipoles untuk menjadi aset. Aidan-pria yang oleh dunia dianggap sebagai definisi kesempurnaan dan pewaris otoritas dinasti-telah membangun sebuah sangkar emas yang begitu megah hingga Karenina lupa bagaimana cara mengepakkan sayapnya sendiri. "Kamu itu hanya perlu tetap indah dan tenang. Biarkan aku yang merancang seluruh peta hidup kita." - Aidan Lalu muncul Bintang. Seorang petualang yang mencintai perjalanan melebihi tujuannya. Ia adalah antitesis dari segala kekakuan yang mengepung Karenina. Baginya, Bintang adalah personifikasi dari kebebasan yang hilang. Ia bahkan berani untuk sekadar mengecap rasa sepotong ayam goreng pinggir jalan tanpa rasa bersalah. Bersama Bintang, Karenina merasa menemukan celah pintu yang terbuka. Namun, kebebasan itu tidak pernah datang dengan cuma-cuma. Bintang memang meminjamkan sayap, tapi pria itu tidak datang sendirian. Ia membawa beban di punggungnya. "Aku tidak punya apa-apa, Nin. Selain jalanan panjang dan sebuah kebebasan. Tapi setidaknya, bersamaku, kamu tidak perlu mengenakan topeng siapa pun." - Bintang Perselingkuhan ini bukan tentang ranjang. Ini adalah sebuah pemberontakan hati yang sedang sekarat-perjalanan panjang untuk mengeja ulang makna cinta dan menemukan kedamaian yang jujur. Karena pada akhirnya, tak ada hati yang benar-benar bersalah, sebagaimana tak ada hati yang sepenuhnya suci. Setiap hati punya luka, tapi setiap hati juga punya penawarnya sendiri. Dan Karenina... ia menemukan arti itu dalam langkahnya; bermula dari dinginnya dinding kemewahan Jakarta, hingga ke heningnya lembah Bhutan, kemegahan Himalaya, dan sakralnya cahaya purnama di Taj Mahal.

More details
WpActionLinkContent Guidelines