Luna Amora; I Am The Villain

Luna Amora; I Am The Villain

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 25, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Luna tumbuh dalam keluarga yang selalu menyalahkannya dalam hal apapun. Makian? Pukulan? Rasanya sudah menjadi makanan Luna sehari hari yang terpaksa dihadapi. Tapi itu tidak mempengaruhi Luna untuk tumbuh menjadi anak yang berani dan baik. Walaupun begitu Luna tetap sayang dengan keluarganya dan dia akan melakukan apapun untuk melindungi orang yang ia sayangi. ******* Luna melakukan itu untuk melindungi orang yang dia sayang. Kenapa kesannya hanya Luna yang jahat?
All Rights Reserved
#88
jahat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puing luka
  • A Heart That Cannot Be Guarded
  • Introvert Husband (TAMAT)
  • Anak Angkat [AFFAIR]
  • THE BROKEN TWIGS
  • Surat Dari Isi Hati Arluna (End)
  • I LOVE MIMA (Lurah Family)
  • Bitter Scar
  • SULUNG (ondah family)

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines