White Rose

White Rose

  • WpView
    Reads 355
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 7, 2016
Teruntuk Yang Tersayang : Mawar Putih-ku Entah dari kapan, perasaan ini muncul begitu saja ketika Aku melihatmu tertawa bersama-Nya. Menjahilimu, sekarang sudah menjadi kebiasaan bagiku, dan melihatmu tersenyum walaupun bukan karena Aku itu sekarang sudah menjadi canduku. Aku tak bisa mengharapkanmu, Hanya Mawar Putih inilah yang bisa menjelaskan perasaanku padamu. Dari lelaki pengecut tak tahu diri, yang selalu mencintaimu. Copyright2016 Inspiration by: Auliasurya Create by: Anggiesu
All Rights Reserved
#169
impossible
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Chasing A Mirage
  • Ananta Bandhana
  • Senja Dan Jingga
  • Kamu [SELESAI]✔
  • TRIANGLE (TAMAT)
  • CARAPHERNELIA
  • Alhamdulillah Berjodoh
  •  Love Story Karin [End]
  • Y & W [END]
  • Love in Silence ✔

Bayangannya menari di tepian cakrawala, seolah menantang realitas untuk mengakuinya. Setiap langkah yang diambil, ia menjauh-seperti fatamorgana yang mengundang, namun tak pernah dapat digenggam. Di persimpangan antara kenyataan dan ilusi, aku mengejarnya. Apakah dia nyata, atau hanya bayangan yang dirajut oleh pikiranku sendiri? Seperti Māyā, fatamorgana dari semesta, dia hadir dalam kelam, berbisik di antara desir angin, menggoda kepercayaanku akan dunia yang kukenal. Hatiku adalah Chakra, roda yang berputar dalam ketidakpastian, menginginkannya, merindukannya, tetapi semakin aku mendekat, semakin ia terurai seperti pasir di sela jemari. Apakah dia wujud atau hanya Smriti, kenangan samar yang dipahat oleh waktu? Aku terus berlari dalam lorong-lorong Samsara, mengulang pencarian tanpa akhir. Jika dia hanya ilusi, mengapa jantungku berdegup seakan mengenalnya? Jika dia nyata, mengapa dunia seolah menolak keberadaannya? Mengejar dia adalah mengejar bayanganku sendiri-sebuah misteri yang hanya bisa dipecahkan oleh keberanian untuk bertanya: apakah yang kurasakan ini nyata, atau hanya mimpi yang tak ingin terbangun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines