MEMBANGUN RUMAH

MEMBANGUN RUMAH

  • WpView
    OKUNANLAR 12
  • WpVote
    Oylar 1
  • WpPart
    Bölümler 1
WpMetadataReadYetişkinDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Sal, Tem 25, 2023
WpInfo
Kurgu
Fantastik
Namanya juga "Membangun". Artinya, tidak hanya "Menempatinya" namun memulainya sedari "Awal" Sang pemilik harus membentuk pondasi pertama, menentukan semua bahan, meracik adonan, melengkapi perabotan, hingga semuanya terbentuk kokoh nan indah. Namun, "Membangun" itu tidak mudah. Ribuan orang gagal disana. Bahan tidak sesuai keinginan, waktu yang melebihi perkiraan, atau pendanaan yang makin bertambah. Tentu tidak hanya material, mental juga. Tidak heran banyak pemilik gagal melanjutkan hingga akhir pembangunan. Mulai lelah dan berujung menyerah.
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Prenuptial Agreement
  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • Gave, Hope
  • Nirmana Lila | Tamat
  • HALFPACE ✔️
  • The First One
  • RETAK [END]
  • My beloved, My home
  • [END] When the Stars are Tired

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi