MEMBANGUN RUMAH

MEMBANGUN RUMAH

  • WpView
    Membaca 12
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jul 25, 2023
WpInfo
Fiksi
Fantasi
Namanya juga "Membangun". Artinya, tidak hanya "Menempatinya" namun memulainya sedari "Awal" Sang pemilik harus membentuk pondasi pertama, menentukan semua bahan, meracik adonan, melengkapi perabotan, hingga semuanya terbentuk kokoh nan indah. Namun, "Membangun" itu tidak mudah. Ribuan orang gagal disana. Bahan tidak sesuai keinginan, waktu yang melebihi perkiraan, atau pendanaan yang makin bertambah. Tentu tidak hanya material, mental juga. Tidak heran banyak pemilik gagal melanjutkan hingga akhir pembangunan. Mulai lelah dan berujung menyerah.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • Langkah baru bersama mu
  • My beloved, My home
  • [END] When the Stars are Tired
  • Rumah Tanah
  • Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur
  • The First One

Di sebuah rumah yang lebih sering berisik oleh bentakan daripada tawa, tiga anak tumbuh dari puing-puing cinta yang retak. Ara, si sulung yang belajar menjadi atap saat bapaknya lebih sering pergi ketimbang tinggal. Rei, anak tengah yang mencoba menjadi lelaki tanpa pernah punya contoh. Dan Zea, si bungsu yang bersembunyi di balik boneka bermata satu sambil bertanya dalam hati: "Apa semua rumah seperti ini?" Saat rumah yang dulu mereka sebut "pulang" tak lagi memberi tempat, satu per satu dari mereka harus memilih: tinggal dalam reruntuhan, atau membangun sendiri pondasi baru-meski dengan tangan gemetar. Ini bukan kisah keluarga yang sempurna. Ini kisah tentang bertahan meski tidak utuh, tentang anak-anak yang tak ingin mewarisi luka orang tuanya. Dan tentang keberanian untuk berkata: "Ledakan itu berhenti di sini." Karena tumbuh dari kehancuran... bukan alasan untuk mencintai dengan cara yang menyakitkan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan