Titik Terbaik | END

Titik Terbaik | END

  • WpView
    Reads 377,741
  • WpVote
    Votes 21,202
  • WpPart
    Parts 65
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 31, 2023
Kita selalu berkata biarkan semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Hingga tanpa sadar perjalanan itu menemukan satu titik yang sama. Mempertemukan kita yang tidak pernah saling sapa, mendekatkan kita hingga tidak ada jarak. Semua tentang mu menjadi candu. Indera paling cupu milik ku menjadi terpaku. Hingga tanpa ku sadari semua gerak mu tak pernah lepas dari atensi ku. *** Benar kata mereka, perjalanan untuk mendapatkan yang terbaik melewati banyak hal pahit. Aku bahagia melewati semua itu karena di ujung perjalanan, aku menemukan mu sebagai titik akhir yang seharusnya tidak ku tinggalkan. Siapa sangka dua orang asing yang tidak pernah saling mengenal justru menjadi saling membutuhkan. Akankah kisah pencarian ini menemukan jawaban? Akankah semua rencana akan menjadi hal indah atau justru bencana? Salma Aliyyah Mandanu Rony Arraska Parulian
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EPIPHANY
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Apakah Kita Bisa Bersama
  • Bentangan Payung Biru
  • KARINALTHA
  • CEO ITU SUAMIKU
  • Kekasih Impian
  • A Memory to Remember
  • Without You (Terbit) || COMPLETE ✅
  • Path
  • Married With CEO
  • CEO & Little Girl
  • Karena Kamu Rumahnya
  • THE CLIMB [Completed]
  • Cinta Terakhir
  • Melophile [END]
  • Mantan Terindah
  • Menaklukkan Hati Pria Dingin
  • The First, Not the Last
  • Harapan Dandelion yang Rapuh
EPIPHANY

Rania berada di ambang kebingungan. Antara memilih Elang atau 'dia' yang sebelumnya pernah ada di hatinya. Hubungan yang awalnya berjalan baik-baik saja, perlahan retak di saat Rania mencoba untuk pergi tanpa melukai. Namun, Rania melupakan satu hal yang pernah Elang katakan. Perihal laki-laki cuek itu yang tak suka dibohongi, dikhianati, dan dipermainkan hatinya. Bahkan dia juga melupakan beberapa hal penting lainnya. Perihal bahwa dirinya adalah salah satu kesukaan Elang akhir-akhir ini. Di titik ini, Rania mencoba untuk menyatukan dua hal tersebut sekaligus. Bisakah dirinya pergi tanpa melukai? Atau bahkan Elang sendiri yang akan mundur setelah mengetahui siapa laki-laki yang sempat singgah di hati gadis manis yang disukainya? * * * "Maaf, Elang. Di sini aku mau kamu paham bahwa yang selalu ada, tak menjamin akan menjadi peran utama. Karena bagiku, kamu hanyalah peran pengganti yang kebetulan bersedia untuk menyembuhkan luka yang pernah diciptakan olehnya." Benarkah hubungan keduanya kandas sampai di sini? * * * Salam sayang, Nur Azizah

More details
WpActionLinkContent Guidelines