LA LUNA
  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 2, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Takdir tidak dapat ditebak, kehidupan Luna dijalani tak tentu arah tanpa rambu dan semuanya membosankan. Waktu terus berjalan namun tidak ada tempat yang dijadikan rumah setelah berkelana jauh. Orion seorang pria yang berjiwa bebas, tidak kenal lelah untuk mencari sang puan. Doa mereka terkabul dibawah langit malam saat purnama datang. "Tuhan, temukan aku dengan sosok yang terbaik menurutmu." itulah doa mereka.
All Rights Reserved
#59
kelana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Pertama Rembulan
  • Nikah Dulu, Jatuh Cinta Kemudian
  • Aksara Luka di Atas Janji
  • CAN I ??? [Joongpond]
  • The General, the Princess, and the Goddess: A Love on the Edge of Eternity
  • TERGAPAI TAK TERCAPAI
  • Pangeran Bumi Kesatria Bulan (Complete)
  • Takdir Yang Indah
  • Takdir & Doa

Beraksi dari panggung ke panggung berasama The Orion, band yang dibentuknya beberapa tahun lalu dan kini sedang naik daun ternyata tidak bisa membuat seorang Samudra Alterio berhenti kesepian. Hidupnya masih terasa kosong meski ada ribuan penggemar yang menyayanginya. Sampai ia bertemu seorang penggemar berisik yang tiba-tiba masuk ke dalam hidupnya. Ayunda Rembulan. Tidak pernah menyukai siapa pun di hidupnya. Menjadi anak bungsu kesayangan keluarga, membuatnya kesulitan mendapat izin, susah menentukan jalan hidupnya sendiri. Kadang ia merasa hidupnya kurang seru. Sampai layar ponselnya memperlihatkan seorang lelaki tampan dengan senyum amat tipis nyaris tidak terlihat namun berhasil membiusnya, membuat hidupnya menjadi lebih seru. Karena lelaki itu, ia merasakan rasanya menonton konser pertamanya. Karena lelaki itu, banyak hal seru yang akhirnya terjadi. *** "Samudra itu tampan, cool dan berkarisma." Bulan berkomentar ketika melihat lelaki itu di layar kaca. "Samudra itu cuek, kaku dan tidak berperasaan." Kemudian komentarnya berubah ketika ia berhasil berinteraksi langsung dengan idolanya itu. Namun, Bulan tetap menggilainya. Ada satu peristiwa yang membuatnya percaya, Samudra itu baik. *** "Dia itu berisik, tapi jangan bawa dia pergi. Kehadirannya membuat sepi di dada berubah menjadi degup tak terkira." Samudra

More details
WpActionLinkContent Guidelines