Story cover for Arunika by berta-ly
Arunika
  • WpView
    Membaca 7
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
  • WpView
    Membaca 7
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
Bersambung, Awal publikasi Jul 27, 2023
"Matahari terbit memang selalu menenangkan, semua terasa hangat bagai sebuah pelukan " katanya.
Arunika Lembayung, gadis berusia 21 tahun itu sedang berada di pondok kecil pinggir laut bersama dengan kopinya.

"Semburat merah mentari dilihat dari pantai memang memabukkan, candu seperti aku yang candu akan hadirmu"kata gadis itu .
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Arunika ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Patah di titik terendah oleh febrymayangsari
20 bab Bersambung
Aira Anindita adalah gadis biasa yang hidup dalam ketenangan kecil bersama ayah dan ibunya. Ia tumbuh dalam rumah sederhana yang penuh kasih, di mana ayahnya adalah pelindung yang tak tergantikan. Namun semua berubah ketika ayahnya meninggal secara mendadak karena serangan jantung. Dunia Aira seketika kehilangan arah. Ibu yang dulu hangat, kini seperti bayangan hidup yang tenggelam dalam duka. Rumah mereka menjadi sepi dan dingin, tak lagi nyaman untuk pulang. Di tengah kehancuran emosinya, Aira bertemu Revan - pria asing berwajah dingin dengan masa lalu yang kelam. Revan bukan tipe laki-laki yang seharusnya ditemui gadis baik-baik: ia keras kepala, emosional, dan membawa luka dalam yang belum sembuh. Tapi entah bagaimana, Aira merasa tertarik. Revan menawarkan pelarian, kebebasan, dan ruang untuk Aira menjadi seseorang yang bukan dirinya karena menjadi dirinya sendiri terlalu sakit. Yang Aira tidak sadari, cinta yang tampak seperti pelarian justru perlahan berubah menjadi jebakan. Revan bukan hanya berandalan, ia juga manipulatif dan beracun. Ia mencintai dengan cara yang menyakiti. Kata-katanya menusuk. Tindakannya mencederai hati. Namun seperti banyak perempuan yang terluka, Aira bertahan karena ia mengira itu cinta. Hingga akhirnya, saat Aira dipaksa kehilangan segalanya: kepercayaan diri, harga diri, bahkan mimpinya, ia menyadari satu hal paling penting dalam hidup bahwa tak seorang pun akan menyelamatkan dirinya kecuali dirinya sendiri. Patah di Titik Terendah bukan hanya kisah cinta yang gelap dan menyakitkan, tapi juga kisah kebangkitan seorang perempuan muda. Tentang bagaimana luka yang dalam bisa jadi kekuatan, dan tentang bagaimana kita harus rela melepaskan orang yang kita kira cinta, demi menyelamatkan diri dari kehancuran yang lebih parah.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Kopi & Deadline (On Going) cover
Senandika : Titik Temu cover
Patah di titik terendah cover
Layu yang tidak dianggap  cover
REINARKA ✔ cover
Senja Yang Sunyi  cover
^Ourstory^ cover
Scandal With You cover
Serpihan Senja cover
MY SPOILED WIFE  cover

Kopi & Deadline (On Going)

6 bab Bersambung

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️