Nuhraja Angkasa

Nuhraja Angkasa

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 17, 2023
"Tolong jangan pernah kembali lagi Angkasa, aku tidak mau bertemu denganmu dikebetulan manapun" Ucapku menatap nya dengan tatapan nanar penuh kebencian "Jika Tuhan beri kesempatan mengulang semua kembali dan kita bersama apa kamu akan melakukannya bersamaku lagi, Awan" Angkasa "Tidak." "terlalu sakit kasa, aku akan berlari agar tidak lagi melihatmu" "bagus, hiduplah dengan penuh kebahagiaan Awan terbanglah setinggi mungkin sampai sayapmu terasa sangat lelah karena kebebasan itu" Angkasa "aku bisa bahagia tanpamu Angkasa." "harus awan, kamu harus bahagia tanpaku bahkan harus lebih bahagia dibanding saat bersamaku." Angkasa
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • DANADYAKSA
  • Cross the Line (𝐁𝐞 𝐘𝐨𝐮𝐫 𝐌𝐨𝐧𝐬𝐭𝐞𝐫)
  • Dia Pilot Tampan Ku (Chikara)
  • Di Ujung Angkasa(TAMAT)
  • Sebiru Angkasa, sehangat Arkana
  • Dia Semesta
  • -NOW OR NEVER-
  • DIA LANGIT KU
  • dimana janji tersebut

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines