sebelum Laut Membawaku

sebelum Laut Membawaku

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 12, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Apakah laut akan mengambilku? Ayah maafkan aku,aku tidak setegar dirimu Meskipun ibu membenci ayah,tapi ayah masih bisa tersenyum dan bersikap hangat Meski sikap ku dingin padamu dan selalu merengek meminta ini itu,ayah tetap sabar dan tegar Menjadi ayah bukan lah hal mudah,sama juga seperti ibu menjadi ibu pun tak mudah.... MANUSIA TIDAK AKAN PERNAH SADAR SAAT KEHILANGAN... Bukan ini juga keinginannya... Pulang? Kemana aku akan pulang?... "Yang habis cuma masanya.. Bukan kasih sayang nya dek" Typo bertebaran Bahasa baku dan non baku Alur ga jelas maaf aja Kata kata ?? Wrning semua kata kata disini murni dari pikiran saya,jika ada kesamaan dalam cerita saya di perangkat lain mohon maaf
All Rights Reserved
#52
perbedaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • Eliinaa
  • Tears In Heaven
  • Paradise
  • IN THE END ✔
  • Oktober kelabu
  • I Wanna Hate You (Me)
  • Goodbye Alaska [END]
  • ALVIN (On Going)

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines