sebelum Laut Membawaku

sebelum Laut Membawaku

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 12, 2024
Apakah laut akan mengambilku? Ayah maafkan aku,aku tidak setegar dirimu Meskipun ibu membenci ayah,tapi ayah masih bisa tersenyum dan bersikap hangat Meski sikap ku dingin padamu dan selalu merengek meminta ini itu,ayah tetap sabar dan tegar Menjadi ayah bukan lah hal mudah,sama juga seperti ibu menjadi ibu pun tak mudah.... MANUSIA TIDAK AKAN PERNAH SADAR SAAT KEHILANGAN... Bukan ini juga keinginannya... Pulang? Kemana aku akan pulang?... "Yang habis cuma masanya.. Bukan kasih sayang nya dek" Typo bertebaran Bahasa baku dan non baku Alur ga jelas maaf aja Kata kata ?? Wrning semua kata kata disini murni dari pikiran saya,jika ada kesamaan dalam cerita saya di perangkat lain mohon maaf
All Rights Reserved
#9
derajat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVIN (On Going)
  • IN THE END ✔
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • ELLGAR (TAMAT)
  • Misteri- US
  • Eliinaa
  • Rasa Tanpa Kata
  • Tears In Heaven
  • Bukan Cerita Kita

⚠️FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ [ Berkomentar dengan sewajarnya, hargai siapapun orangnya dan apapun yang ia tulis ] Belum di revisi. [TANDAI TYPO!!] ________ Carilah orang-orang yang bisa membawa kamu ke jalan yang seharusnya kamu lewati untuk sampai pada tujuan yang baik. Banyak orang jahat berkeliaran hanya untuk kesenangan mereka pribadi, bahkan dalam keluarga sendiri pun masih sering orang yang melampiaskan masalahnya pada anggota keluarga yang tidak tahu apa-apa. Dan diposisi inilah aku hidup sebagai anak perempuan tunggal kaya raya, tetapi miskin kasih sayang. Sampai akhirnya, aku dipertemukan dengan seorang lelaki tangguh yang mengubah kehidupan ku hampir sepenuhnya. Ia benar-benar berbeda dari ayahku, padahal banyak sekali orang yang mengatakan bahwa jodoh seorang anak perempuan adalah cerminan dari seorang ayahnya. Aku sempat percaya dan takut dengan pepatah itu, sampai aku tidak menginginkan berjodoh dengan siapapun karena takut jodohku sama dengan watak ayahku. Namun nyatanya, itu hanyalah tipu daya manusia. Aku sekarang tidak akan percaya dengan pepatah yang belum tentu ada buktinya. Meskipun begitu rumornya, aku akan tetap menyayangi kedua orang tuaku yang telah membesarkanku. Aku pikir penderitaan ku cukup sampai disitu, Namun ternyata aku salah besar. Ada saatnya kita ditinggalkan oleh orang-orang yang kita sayang selama di dunia ini, mereka telah kembali pulang ketempat yang sudah seharusnya menjadi rumah terakhir. Tidak ada yang abadi di dunia ini, semuanya hanya sementara, tinggalah tanah yang rata dengan dunia. Aku tidak sekuat dan seberuntung orang lain diluaran sana, selalu ada saja cobaan yang mendatangiku satu-persatu. Aku selalu berjuang mati-matian untuk kehidupan ku sendiri agar merasa lebih baik dari sebelumnya, tapi tetap saja aku tak pandai menyelesaikannya, aku berusaha untuk hidup dan bangkit sendiri dari keterpurukan ini. WARNING!: DILARANG COPY/PASTE CERITA INI KARNA INI MURNI KARYA SAYA, JIKA ADA YANG COPPAST LAPORKAN KEPAD

More details
WpActionLinkContent Guidelines